Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memperkuat Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penularan TBC

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memperkuat Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penularan TBC Doc: Antara
Ket. Pengelola Program TBC Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar Harsalim, pada asistensi Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan penularan tuberkulosis.

Mamuju - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Polda Sulbar menggelar asistensi Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan penularan tuberkulosis (TBC).

"TBC bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan tantangan sosial yang membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim, di Mamuju, Sabtu

Nursyamsi menyampaikan, kolaborasi antara tenaga kesehatan dengan Polda Sulbar menjadi wujud implementasi pendekatan pentahelix, yang menempatkan sektor keamanan sebagai mitra strategis dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulbar kata dia, terus mengembangkan model kolaborasi lintas sektor melalui inovasi Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi TBC (Garatta TBC).

Inovasi tersebut mengintegrasikan peran pemerintah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat dalam mempercepat eliminasi TBC di Sulbar.

"Kami optimistis, dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah,, kepolisian tenaga kesehatan dan seluruh elemen masyarakat, upaya penanggulangan TBC akan semakin efektif. Bersama-sama kita wujudkan Sulbar yang sehat dan bebas TBC,"

Sementara, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulbar Komisaris Besar Polisi Prasetya Sejati menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian melalui forum kemitraan polisi dan Masyarakat merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas pemerintah di bidang kesehatan.

"Melalui penguatan kapasitas Bhabinkamtibmas, diharapkan penyebaran informasi kesehatan dan pendampingan masyarakat dapat berjalan lebih efektif hingga ke tingkat desa," kata Prasetya

Sedangkan Harsalim, Pengelola Program TBC Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian TBC sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas.

Pengobatan TBC kata dia, harus dijalani minimal enam bulan sesuai standar.

"Tahap awal selama dua bulan bertujuan membunuh sebagian besar kuman TBC, mengurangi gejala, serta menurunkan risiko penularan. Kemudian tahap lanjutan selama empat bulan bertujuan membunuh sisa kuman, mencegah kekambuhan dan mencapai kesembuhan secara menyeluruh," jelas Harsalim.

Ia mengingatkan bahwa pasien tidak boleh menghentikan konsumsi obat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan, meskipun kondisi tubuh sudah terasa membaik.

Pengobatan yang terputus dapat menyebabkan kuman TBC belum sepenuhnya hilang, meningkatkan risiko penularan kepada orang lain, memicu kekambuhan, bahkan berpotensi menyebabkan Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) yang jauh lebih sulit ditangani.

Dalam kesempatan tersebut, Harsalim juga menyoroti pentingnya peran Bhabinkamtibmas sebagai mitra strategis tenaga kesehatan di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.