Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pidie Usulkan Empat Desa Masuk Program Kampung Nelayan Merah Putih

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 20:08 WIB | Oleh:
Pemkab Pidie Usulkan Empat Desa Masuk Program Kampung Nelayan Merah Putih Doc: antara foto
Ket. Nelayan Aceh

BANDA ACEH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, Provinsi Aceh, melalui Dinas Kelautan Perikanan mengusulkan empat desa atau gampong masuk program nasional kampung nelayan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengelolaan TPI Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Ady Rizka yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat (24/4), mengatakan empat desa yang diusulkan masuk program kampung nelayan semuanya berada di kawasan pesisir.

"Empat desa diusulkan masuk program kampung nelayan yakni masing-masing satu desa di Kecamatan Kota Sigli dan Kecamatan Batee serta dua desa di Kecamatan Kembang Tanjong," katanya.

Adapun empat desa tersebut yakni Gampong Kuala Pidie di Kecamatan Kota Sigli, Gampong Pasie Brandeh di Kecamatan Batee, serta Gampong Jeumeurang dan Gampong Tanjong Krueng di Kecamatan Kembang Tanjong.

"Empat desa tersebut berada di kawasan pesisir Kabupaten Pidie. Mayoritas masyarakat di empat desa tersebut nelayan. Kami berharap usulan empat desa tersebut masuk program kampung nelayan terealisasi," katanya.

Ady Rizka menyebutkan tim Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI sudah mengunjungi lahan untuk program kampung nelayan di empat desa tersebut. Dalam kunjungan tersebut, tim KKP juga memverifikasi lahan di empat desa atau gampong tersebut.

Selain itu, kata dia, tim KKP RI juga mengambil data program pengembangan apa yang cocok di masing-masing desa tersebut. Termasuk mengumpulkan aspirasi nelayan di masing-masing desa pesisir tersebut.

Menurut Ady Rizka, yang menentukan program kampung nelayan di empat desa tersebut adalah Kementerian Kelautan Perikanan RI. Pemerintah daerah sifatnya berkoordinasi dan memberikan pendampingan.

"Kalau kami pemerintah daerah, tentu menginginkan pembangunan yang terintegrasi seperti pembangunan dermaga pendaratan ikan, alat tangkap modern, maupun lainnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan," kata Ady Rizka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.