Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR Minta SPPG di Kepri Pasang Label Batas Waktu Aman Konsumsi MBG

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 11:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Minta SPPG di Kepri Pasang Label Batas Waktu Aman Konsumsi MBG Doc: ANTARA
Ket. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, dan anggota mengecek menu MBG di dapur SPPG Polresta Tanjungpinang, Polda Kepri, Kamis (23/4/2026).

TANJUNGPINANG – Komisi IX DPR RI meminta pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memasang label khusus batas waktu aman konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Label itu bisa dipasang di ompreng MBG sehingga penerima manfaat tahu kapan batas waktu (jam) aman untuk mengonsumsi makanan tersebut," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, setelah mengecek dapur SPPG Polresta Tanjungpinang di Jalan Rumah Sakit Kota Tanjungpinang, Kepri, Kamis (23/4) pagi.

Ia menyebut beberapa kasus keracunan dialami penerima manfaat, terutama para siswa, akibat mengonsumsi MBG melebihi batas waktu yang seharusnya dikonsumsi.

Makanya, ia menyarankan dapur SPPG Polresta Tanjungpinang segera menerapkan pemasangan label tersebut guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Dalam kesempatan yang sama, ia memberikan masukan terkait dengan jalur pembersihan ompreng di SPPG yang baru beroperasi tiga bulan itu agar lebih terstandarisasi dan higienis.

Dia mengapresiasi SPPG di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari ini telah menerapkan tes makanan sebelum disalurkan kepada penerima manfaat MBG sehingga dapat mencegah keracunan makanan.

"Saya kira food taste (tes makanan) ini sangat penting untuk diterapkan di seluruh SPPG untuk memastikan menu MBG aman dikonsumsi penerima manfaat," ucapnya.

Usai dari dapur SPPG, Wafiroh bersama sejumlah anggota Komisi IX DPR melanjutkan meninjau pembagian MBG kepada siswa di Sekolah Dasar (SD) Katolik Tanjungpinang, tidak jauh dari SPPG Polresta Tanjungpinang.

Menurut dia, siswa antusias dengan program MBG, bahkan sebagian dari mereka tidak sarapan di rumah agar dapat menikmati MBG di sekolah.

"Tadi kita lihat bersama-sama, siswa sangat lahap sekali makan MBG. Menu favoritnya, rata-rata ayam," ucapnya.

Ia mengharapkan guru di sekolah memberikan saran dan masukan kepada SPPG maupun BGN terkait dengan menu-menu MBG yang disukai siswa di sekolah.

Selain itu, ia mendorong SPPG dan guru membuat WhatsApp grup untuk mempermudah komunikasi ketika terjadi kendala di lapangan menyangkut program MBG.

"Pengawasan bersama semua stakeholder (pemangku kepentingan) terkait sangat diperlukan, supaya program Bapak Presiden kita ini berjalan optimal," kata Wafiroh.

Dalam kunjungan kali ini, Komisi IX DPR didampingi dinas terkait, BGN, BKKBN, BPOM, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang Percepat Ibu Kota Kedua

9 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Jepang Percepat Ibu Kota Kedua
Luar Negeri
Macron Menjamu Meloni setel...
Pengenalan Teknologi eVTOL Dinilai Kemenekraf Dapat Dongkrak Pertumbuhan Ekraf di Indonesia

Pengenalan Teknologi eVTOL Dinilai Kemenekraf Dapat Dongkrak Pertumbuhan Ekraf di Indonesia

25 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.