Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Dievaluasi, Distribusi Dikuatkan: Strategi Baru Minyakita

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Dievaluasi, Distribusi Dikuatkan: Strategi Baru Minyakita Doc: ANTARA/ HO-Humas Bapanas
Ket. Komoditas minyak goreng merek Minyakita.

JAKARTA – Kaji ulang harga eceran tertinggi (HET) Minyakita mencerminkan upaya pemerintah menyesuaikan kebijakan dengan dinamika biaya produksi dan distribusi yang terus berubah.

Ketika terjadi kenaikan harga bahan baku, biaya logistik, maupun tekanan global pada komoditas minyak nabati, HET yang terlalu rendah berisiko menekan margin produsen dan distributor, sehingga memicu kelangkaan di pasar.

Dalam konteks ini, penyesuaian HET menjadi instrumen untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga bagi masyarakat dan keberlanjutan pasokan.

Namun, kebijakan ini juga mengandung konsekuensi terhadap daya beli, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah yang sangat sensitif terhadap harga kebutuhan pokok.

Oleh karena itu, kaji ulang HET perlu disertai dengan penguatan pengawasan distribusi agar tidak terjadi penyelewengan, serta mekanisme kompensasi atau perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Secara keseluruhan, peninjauan ulang HET Minyakita bukan sekadar penyesuaian angka, tetapi bagian dari strategi stabilisasi pasar.

Keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara stabilitas harga, kelancaran distribusi, dan perlindungan konsumen di tengah fluktuasi pasar global.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan pemerintah akan mengkaji ulang harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita yang saat ini sebesar Rp15.700 per liter.

Budi mengatakan penyesuaian harga perlu dipertimbangkan karena HET Minyakita telah berlaku lebih dari tiga tahun.

“Sudah tiga tahun lebih, Rp15.700 kan semua harus disesuaikan,” kata Budi usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (22/4).

Ia menegaskan kajian tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menghasilkan keputusan final terkait besaran penyesuaian harga.

“Ya nanti kita kaji. Kita hitung bareng-bareng,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah memperkuat tata kelola distribusi Minyakita melalui BUMN Pangan guna menjaga ketersediaan pasokan di pasar.

Budi menjelaskan ketentuan distribusi minimal 35 persen oleh BUMN Pangan berpotensi ditingkatkan sesuai kebutuhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.