Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara Doc: Antara
Ket. Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman saat melakukan segel pada pelepasan ekspor lada putih di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (15/8).

Pangkalpinang - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan mendorong pemasaran lada putih Bangka Belitung atau Muntok White Pepper ke 1.200 restoran di 63 negara untuk memperluas pasar ekspor komoditas unggulan daerah tersebut.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan kerja sama dengan jaringan restoran internasional itu menjadi peluang bagi pelaku UMKM lada putih Bangka Belitung untuk menembus pasar global.

"Saat ini kita sudah bekerja sama dengan 1.200 resto di 63 negara dan mereka kekurangan bumbu dan rempah-rempah," kata Bagus di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Minggu (16/8).

Menurut dia, Muntok White Pepper memiliki peluang besar untuk dipasarkan secara global karena telah mengantongi sertifikat resmi Indikasi Geografis (IG).

"Kebutuhan bumbu masak berupa rempah-rempah seperti lada putih ini sangat besar. Oleh karena itu, kami dari Kementerian UMKM selain memiliki program strategis holding UMKM juga mempunyai SAPA UMKM," ujarnya.

Kementerian UMKM saat ini telah memasukkan 1.300 petani lada putih Bangka Belitung ke dalam holding UMKM klaster perkebunan. Para pelaku UMKM juga didorong mendaftarkan produknya melalui aplikasi SAPA UMKM.

SAPA UMKM merupakan sistem pelayanan UMKM berbasis digital yang menyediakan layanan terpadu, mulai dari verifikasi data, perizinan, pembiayaan, pembukuan digital, pelatihan hingga pemasaran produk ke pasar global.

"Kita berharap pelaku UMKM segera mendaftar di aplikasi SAPA ini agar mendapatkan akses pembiayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR) hingga pemasaran produk di pasar global," kata Bagus.

Sementara itu, Plt. Deputi Karantina Tumbuhan Barantin Dian S.R. Kusumastuti mengatakan ekspor lada putih Bangka Belitung menunjukkan tren positif seiring meningkatnya permintaan pasar dunia.

Data Barantin mencatat ekspor lada Bangka Belitung sepanjang 2025 mencapai 1,37 ribu ton melalui 184 kali pengiriman dengan nilai sekitar Rp180 miliar. Komoditas tersebut antara lain diekspor ke Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.

Tren positif berlanjut pada 2026. Hingga Juni 2026, ekspor lada mencapai 919,5 ton dengan nilai sekitar Rp148,9 miliar. Volume tersebut meningkat 25,75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 731,2 ton.

“Ini menunjukkan bahwa lada Bangka memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan masuk ke pasar internasional. Tugas kita bersama adalah memastikan kualitas, standar, dan ketertelusurannya terpenuhi sehingga kepercayaan pasar terhadap lada Bangka semakin kuat,” ujar Dian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Kematian Arsitek Ekonomi Zh...
Daerah
Polisi Gerebek Kasino di Ba...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.