Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Aminah Syukur, Sosok Pahlawan Pendidikan yang Mengubah Masa Depan

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 10:07 WIB | Oleh:

Memasuki awal 1960-an, keresahan melanda kalangan pemuda dan tokoh masyarakat Kalimantan Timur. Di bawah kepemimpinan Gubernur Abdoel Moeis Hassan (1962–1966), muncul pertanyaan mendasar dari tokoh pendidikan seperti Abdul Samad dan Ence Shamad: mengapa anak-anak Kaltim yang ingin menempuh pendidikan tinggi harus selalu merantau ke Jawa atau Sulawesi? Kegelisahan ini kemudian bermuara pada inisiatif mendirikan perguruan tinggi sendiri.

Gubernur Abdoel Moeis Hassan mengarahkan mereka untuk menemui Dorinawati guna mendiskusikan gagasan tersebut—dan gayung pun bersambut.

Pada 1962, Yayasan Perguruan Tinggi Mulawarman (PTM) dibentuk sebagai embrio kampus andalan Kalimantan Timur. Dalam susunan kepengurusan, Dorinawati dipercaya menjabat sebagai bendahara.

Komitmennya tidak berhenti pada tenaga dan pemikiran. Ia bersama keluarganya menghibahkan sebuah rumah panggung berbahan kayu di Jalan Flores, Samarinda—tanah yang sebelumnya dibeli suaminya, Anwar Lo Beng Long, saat mereka berencana pindah rumah—untuk dijadikan bangunan kampus pertama.

"Dulu di situ ada sekretariat Dewan Mahasiswa," kenang Iwan Lolang, cucu Dorinawati, memberikan kesaksian tentang betapa hidupnya rumah panggung tersebut sebagai pusat pergerakan intelektual muda masa itu.

Sejarah kemudian mencatat dinamika yang menarik. Atas intervensi Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan, Thoyib Hadiwidjaja, institusi ini sempat dinaikkan statusnya dan berganti nama menjadi Universitas Kalimantan Timur (Unikat).

Namun, identitas historisnya kembali ditegaskan ketika Presiden Soekarno secara resmi mengembalikan namanya menjadi Universitas Mulawarman pada 23 April 1963, dengan 27 September 1962 dipatok sebagai hari jadinya.

Rumah panggung di Jalan Flores itu pun telah menunaikan peran sejarahnya dengan paripurna. Lahan yang menjadi saksi kebaikan hati Dorinawati kini berdiri sebagai kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman dan Balai Bahasa Kalimantan Timur yang terus memproduksi gagasan serta menjaga marwah literasi di Benua Etam.

Kisah Aminah Syukur dan Dorinawati menunjukkan bahwa di tepian Sungai Mahakam, semangat Kartini tidak berhenti pada seremoni tahunan. Emansipasi menjelma nyata: hadir dalam sekolah-sekolah yang didirikan, tanah yang dihibahkan, dan pada ribuan anak Kalimantan Timur yang kini dapat bermimpi lebih tinggi berkat jalan yang telah mereka rintis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.