Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Intervensi SPHP Digenjot, Bapanas Klaim Harga Beras Bisa Dikendalikan, Benarkah?

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain itu, program bantuan pangan beras sebagai bantalan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan juga dapat menstabilkan kondisi perberasan.

"Jadi Bulog agar segera untuk mempercepat realisasi beras SPHP, sehingga dapat berlangsung lebih kencang," ucapnya.

Dalam laporan yang diterima Bapanas, lanjut Andriko, realisasi penjualan beras program SPHP tahun 2026 sejak awal Maret sampai 14 April telah mencapai 111,2 ribu ton.

"Ini cukup berkorelasi terhadap perkembangan harga beras medium secara nasional," tuturnya.

Dalam pantauan Bapanas, rata-rata harga beras medium secara nasional per 12 April di semua zonasi kompak tidak melampaui HET. Di Zona I rerata harga beras medium di Rp12.984 per kilogram (kg) atau 3,82 persen di bawah HET, Zona II di Rp13.615 per kg atau 2,75 persen di bawah HET, dan Zona III di Rp15.178 per kg atau 2,08 persen.

Bapanas mendorong Bulog untuk meningkatkan realisasi SPHP beras pada wilayah yang memiliki realisasi masih rendah terhadap target salur masing-masing daerah.

Misalnya, wilayah DKI Jakarta dan Banten dengan total target salur sampai akhir tahun di 46,82 ribu ton, realisasi penjualan baru di 1,45 ribu ton.

Program intervensi beras lainnya yakni bantuan pangan yang berperan sebagai bantalan ekonomi dapat pula menjadi peredam fluktuasi harga beras. Total target salur beras telah Bapanas tugaskan ke Bulog untuk dapat tersampaikan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat.

"Kemudian, selain beras SPHP, Badan Pangan Nasional juga menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan, 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng per KPM sebanyak 33,2 juta seluruh Indonesia. Ini gratis. Kalau SPHP yang tadi, beras dengan harga murah," jelas Andriko.

Selain menjadi bantalan ekonomi, program bantuan pangan yang digagas pemerintah juga untuk menjaga daya beli masyarakat. Ini dapat turut pula mendorong akses konsumsi terhadap pangan menjadi lebih mudah.

"Jadi agar harga-harga beras di tingkat konsumen bisa lebih diredam dengan bantuan pangan dan beras SPHP," ucapnya.

Bapanas mencatat realisasi salur bantuan pangan per 15 April telah mencapai 87,4 juta kg dan minyak goreng 17,5 juta liter. Cakupannya telah mulai berjalan di 34 provinsi. 4 provinsi yang belum antara lain Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, stok CBP nasional kembali memecahkan rekor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Luar Negeri
Rhoma Irama Mengguncang Pan...
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.