Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Intervensi SPHP Digenjot, Bapanas Klaim Harga Beras Bisa Dikendalikan, Benarkah?

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Intervensi SPHP Digenjot, Bapanas Klaim Harga Beras Bisa Dikendalikan, Benarkah? Doc: ANTARA/ M. Sahbainy Nasution
Ket. Ilustrasi-Beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan ESDM Provinsi Sumatera Utara.

JAKARTA – Menjaga stabilitas harga beras merupakan isu strategis karena beras tidak hanya menjadi komoditas pangan utama, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

Fluktuasi harga beras sering kali dipengaruhi oleh kombinasi faktor produksi, distribusi, hingga dinamika pasar global.

Dalam konteks ini, peran pemerintah menjadi krusial sebagai penyeimbang melalui kebijakan stok, intervensi pasar, dan pengendalian distribusi.

Dari sisi pasokan, stabilitas harga sangat bergantung pada konsistensi produksi domestik. Gangguan seperti cuaca ekstrem, kenaikan biaya input, atau alih fungsi lahan dapat menekan produksi dan memicu kenaikan harga.

Sementara itu, dari sisi distribusi, inefisiensi rantai pasok dan praktik spekulasi juga berpotensi memperlebar disparitas harga antarwilayah.

Oleh karena itu, menjaga stabilitas harga beras memerlukan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari penguatan cadangan beras pemerintah, peningkatan produktivitas pertanian, hingga transparansi distribusi.

Kebijakan yang adaptif dan responsif akan memastikan harga tetap terkendali tanpa mengorbankan kesejahteraan petani, sehingga tercipta keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan intervensi perberasan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga beras serta memastikan pasokan tetap terjangkau bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

"SPHP beras di tahun 2026 kita targetkan sebanyak 828 ribu ton. Jadi beras SPHP ini menjadi instrumen sangat penting untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga," kata Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto dalam keterangan di Jakarta, Kamis (16/4).

Dia menyampaikan, harga beras secara nasional terpantau masih cukup terkendali. Meski fluktuasi masih terjadi, namun tetap terkendali. Pemerintah konsisten menjalankan berbagai program intervensi perberasan dengan menggelontorkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam analisis Bapanas terhadap data kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Badan Pusat Statistik (BPS) minggu kedua April, beras dilaporkan ada kenaikan IPH pada 83 kabupaten/kota secara nasional.

Dari total itu, hanya 41 kabupaten/kota yang alami kenaikan IPH beras dan berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk kenaikan IPH yang melebihi HET beras medium terjadi di 19 provinsi.

Adapun Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan jumlah kabupaten/kota yang alami kenaikan IPH melebihi HET beras medium di 5 sampai 6 kabupaten/kota.

Untuk itu, Bapanas telah meminta Perum Bulog untuk memacu realisasi penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Akui Hubungan Kemitraan ‎

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
UU Pelindungan Ketenagakerj...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.