Awal 2026 Menggeliat, Pelabuhan Benoa Diserbu Turis Kapal Pesiar
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim PenulisDENPASAR – Wisata bahari menjadi salah satu penggerak strategis ekonomi daerah pesisir karena mampu mengintegrasikan potensi alam dengan aktivitas ekonomi berbasis jasa.
Keindahan pantai, terumbu karang, dan ekosistem laut tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, tetapi juga menciptakan peluang usaha bagi masyarakat lokal, mulai dari transportasi laut, kuliner, hingga jasa pemandu.
Dalam konteks ini, wisata bahari berfungsi sebagai katalis yang menghubungkan sektor pariwisata dengan perikanan, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Namun, pengembangan wisata bahari tidak lepas dari tantangan keberlanjutan. Tekanan terhadap lingkungan laut akibat overkapasitas wisatawan, limbah, dan aktivitas yang tidak terkelola dapat merusak daya tarik utama itu sendiri.
Oleh karena itu, diperlukan tata kelola berbasis konservasi yang menyeimbangkan antara eksploitasi ekonomi dan perlindungan ekosistem.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan pendekatan yang terintegrasi—meliputi peningkatan infrastruktur, promosi destinasi, serta pemberdayaan masyarakat pesisir—wisata bahari berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan menjaga kualitas lingkungan sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Sub Regional Bali Nusa Tenggara mencatat pergerakan turis kapal pesiar di Pelabuhan Benoa, Bali, mencapai 68.035 orang pada triwulan I-2026 atau naik 5,58 persen dibandingkan periode sama 2025 mencapai 64.436 orang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pelabuhan Benoa diharapkan dapat semakin memperkuat perannya sebagai simpul strategis wisata bahari nasional,” kata General Manager Pelindo Pelabuhan Benoa Anak Agung Gde Agung Mataram di Denpasar, Bali, Kamis (16/4).
Ia merinci pergerakan penumpang kapal pesiar hingga triwulan I-2026 yang tiba mencapai 33.889 orang dan berangkat mencapai 34.146 orang.
Apabila dibandingkan periode sama 2025, jumlah itu meningkat yakni sebanyak 32.441 penumpang tiba dan sebanyak 31.995 orang penumpang berangkat.
“Capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sekaligus memperkuat posisi Benoa sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara melalui jalur laut,” imbuhnya.
Adapun salah satu pendukung peningkatan penumpang kapal pesiar itu yakni meningkatnya jumlah kapal pesiar yang singgah di Benoa yakni dari 28 kapal pesiar pada triwulan I-2025 menjadi 32 kapal pesiar pada triwulan I-2026.
Sedangkan hingga Kamis (16/4) sudah ada 35 kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Benoa, Denpasar, termasuk yang terbaru kedatangan kapal pesiar Viking Orion dan Riviera yang sandar bersamaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!