Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pupuk Dunia Makin Mahal, Ancaman Serius bagi Ketahanan Pangan

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 23:16 WIB | Oleh:
Pupuk Dunia Makin Mahal, Ancaman Serius bagi Ketahanan Pangan Doc: AFP/NARINDER NANU

ISTANBUL - Badan Energi Internasional (IEA), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Grup Bank Dunia, Senin (13/4), memperingatkan bahwa harga bahan bakar dan pupuk dapat tetap tinggi untuk jangka waktu yang lama.

Menurut mereka, harga akan tetap tinggi bahkan jika arus pengiriman melalui Selat Hormuz kembali normal, dengan alasan kerusakan rantai pasokan dan keterlambatan dalam memulihkan arus komoditas global.

Dalam pernyataan bersama, ketiga lembaga tersebut mengatakan dampak perang di Timur Tengah adalah "substansial, global, dan sangat asimetris", yang secara tidak proporsional memengaruhi importir energi, khususnya negara-negara berpenghasilan rendah.

Mereka mengatakan guncangan tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, meningkatkan kekhawatiran tentang ketahanan pangan dan kehilangan pekerjaan, sementara beberapa produsen di kawasan itu juga mengalami kerugian besar dalam pendapatan ekspor.

Pernyataan tersebut mengatakan pengiriman melalui Selat Hormuz belum normal dan memperingatkan bahwa bahkan setelah arus kembali normal, akan membutuhkan waktu bagi pasokan global komoditas utama untuk pulih ke tingkat sebelum konflik.

Disebutkan juga bahwa kekurangan input penting yang disebabkan oleh gangguan pasokan dapat meluas ke sektor energi, pangan, dan sektor lainnya, sementara pengungsian paksa, lapangan kerja yang lesu, dan penurunan perjalanan dan pariwisata mungkin juga membutuhkan waktu untuk pulih.

"Kami membagikan penilaian terbaru kami, menjelang rilis Laporan Pasar Minyak bulanan IEA dan Prospek Ekonomi Dunia IMF pada Selasa, 14 April. Kami juga membahas situasi negara-negara yang paling terdampak oleh guncangan tersebut serta tanggapan dari lembaga-lembaga kami," kata pernyataan itu.

"Tim kami bekerja sama erat, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing dan membantu negara-negara melalui saran kebijakan yang disesuaikan dan, dalam kasus IMF dan Bank Dunia, dukungan keuangan jika diperlukan," kata pernyataan itu.

Lembaga-lembaga tersebut mengatakan mereka akan terus mengoordinasikan dukungan untuk negara-negara anggota dan memantau dampak perang terhadap pasar energi dan ekonomi global.

Pernyataan itu menegaskan pemantauan ketat terhadap dampak perang terhadap energi, ekonomi global, dan tiap negara, serta koordinasi respons dan dukungan bagi anggota, bekerja sama dengan organisasi internasional lain guna mendorong pemulihan yang tangguh, stabilitas, pertumbuhan, dan penciptaan lapangan kerja. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Melihat Racikan Shin Tae yong Saat Persija Jumpa Persebaya

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Melihat Racikan Shin Tae yo...
Rona
David Jonsson Ambil Alih Bl...
Tekan Inflasi Biaya Kesehatan, Kemenkes Rombak Sistem Akreditasi Rumah Sakit dan Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat

Tekan Inflasi Biaya Kesehatan, Kemenkes Rombak Sistem Akreditasi Rumah Sakit dan Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat

26 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.