Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Antisipasi Dini Risiko Stagflasi Global

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Perlu Antisipasi Dini Risiko Stagflasi Global Doc: ANTARA/Galih Pradipta
Ket. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti.

Jakarta – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebut konflik AS–Israel dengan Iran berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global sekaligus meningkatkan tekanan inflasi pada 2026.

Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan turun menjadi 3,1 persen dari sebelumnya 3,2 persen, sementara inflasi global meningkat dari 3,8 persen menjadi 4,1 persen.

“PDB global akan lebih lambat dibanding tahun 2025, tapi inflasinya akan lebih tinggi. Jadi ini, ini kondisi yang tidak terlalu bagus buat ekonomi global ya, namanya stagflasi. Ekonomi yang stagnan, inflasinya naik,” kata Destry dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4).

Seperti dikutip dari Antara, menurut Destry, dampak konflik merambat melalui jalur finansial, komoditas, dan perdagangan global. Dari sisi pasar keuangan, ketidakpastian meningkat seiring keterlibatan Amerika Serikat sebagai pusat keuangan dunia dan posisi strategis Iran di kawasan energi global.

Kondisi ini memicu perilaku risk-off, di mana investor beralih ke aset aman (safe haven), sehingga mendorong aliran modal kembali ke negara maju. Hal tersebut tercermin dari penguatan indeks dollar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS ke level 4,5–4,6 persen.

Sebaliknya, aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia, mengalami tekanan. Secara keseluruhan, Indonesia mencatat arus modal keluar sekitar Rp21 triliun, meskipun mulai terlihat aliran masuk pada instrumen seperti Surat Berharga Negara (SBN).

Dari sisi komoditas, konflik turut mendorong kenaikan harga minyak global hingga mendekati 100 dollar AS per barel akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz, jalur strategis bagi sekitar 20 persen suplai minyak dunia. Kenaikan ini turut memicu lonjakan harga komoditas lain seperti emas, batu bara, aluminium, dan CPO.

Gangguan rantai pasok juga berdampak pada sektor perdagangan global, meningkatkan biaya pengapalan dan premi asuransi, serta memicu kenaikan harga bahan baku industri, termasuk plastik dan produk pertanian.

“Respons kebijakan (akibat berbagai dampak akibat perang) ini lebih penting. Beberapa negara, melakukan respons kebijakan, fiskalnya akan lebih longgar, pasti akan ke arah sana,” ujar Destry.

“Kemudian juga kebijakan moneter yang tadi akan mulai turun ke bawah, mereka akan lebih berhati-hati. Kenapa? Karena masing-masing berlomba-lomba membuat aset logistik itu menjadi menarik. Jadi ini situasi yang dihadapi oleh ekonomi global,” tambahnya.

Mesin Pertumbuhan

Sementara itu, Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menilai Indonesia perlu mengoptimalkan berbagai sektor untuk menjaga pertumbuhan di atas 5 persen di tengah tekanan global.

“Untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Pemerintah harus menggerakkan seluruh ‘mesin’ pertumbuhan melalui kombinasi sektor tradisional dan sektor modern yang bernilai tambah tinggi,” ujarnya.

Menurut Rahma, sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi dan perlu diperkuat melalui hilirisasi. Selain itu, sektor pertanian, konsumsi rumah tangga, serta investasi juga harus didorong untuk menjaga daya beli dan menciptakan lapangan kerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Kabut Asap Kebakaran Hutan ...

Waduk Wonorejo Alami Penyusutan Air

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Waduk Wonorejo Alami Penyus...
Daerah
Semarak Peringatan Hari Mus...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.