Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Wujudkan Generasi Cerdas, Seribu Hari Pertama Kehidupan Tentukan Kualitas Tumbuh Kembang Anak

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 17:08 WIB | Oleh:
Ayo Wujudkan Generasi Cerdas, Seribu Hari Pertama Kehidupan Tentukan Kualitas Tumbuh Kembang Anak Doc: Antara foto
Ket. Arsip Foto - Kader posyandu mengukur lingkar kepala balita dalam kegiatan pencegahan stunting di Desa Kutuk, Undaan, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (14/6).

JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan anak merupakan masa yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

"Kita ingat bahwa seribu hari pertama kehidupan merupakan golden age-nya, sampai dua tahun itu akan menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangannya," kata anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI Dr. dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, Sp.A., Subsp. T.K.P.S.(K).

Dalam seminar daring yang diikuti dari Jakarta pada Selasa, ia menyampaikan bahwa perkembangan otak berlangsung sangat pesat pada awal kehidupan anak.

Sekitar 80 persen perkembangan otak terjadi pada usia dua tahun dan setelah itu perkembangan otak mencapai 85 persen pada usia tiga tahun dan mencapai 95 persen pada usia enam tahun.

Dokter Trisna juga mengatakan bahwa kecepatan perkembangan setiap bagian otak tidak sama pada setiap tahapan usia.

Dokter Trisna menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi dan stimulasi anak pada masa seribu pertama kehidupan anak.

Selain memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan simulasi anak, menurut dia, orang tua sebaiknya memantau pertumbuhan dan perkembangan anak agar bisa mendeteksi dan menangani masalah sedini mungkin.

"Kita tentu melakukan deteksi sebelum terlambat, sehingga penyimpangan pertumbuhan itu kita bisa kenali sejak dini," katanya.

Ia mengatakan, pemantauan pertumbuhan anak bisa dilakukan dengan secara berkala melakukan pengukuran, pencatatan, dan interpretasi hasil pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, serta lingkar kepala berdasarkan kurva pertumbuhan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut dia, pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, serta lingkar kepala anak secara berkala diperlukan untuk melihat tren pertumbuhan anak dari waktu ke waktu serta mendeteksi dini masalah agar bisa segera ditangani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Daerah
Embung Sebayar Jadi Sumber ...
Megapolitan
Al Azhar Galang Donasi untu...

Edukasi bahaya mikroplastik

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Edukasi bahaya mikroplastik
Luar Negeri
Bento Beku Makin Populer di...
Ekonomi
Transaksi video commerce me...
Advertisement
Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.