Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gang Tempe, Jalan Sempit Bagian Sejarah Panjang Sentra Tempe

📅 Senin, 13 Apr 2026, 17:53 WIB | Oleh:

Dalam prosesnya, BRI menawarkan agar kawasan produsen keripik tempe di Kramat Pela itu dibuat klaster untuk memudahkan pemberian bantuan berupa peralatan seperti mesin potong.

Menariknya, meski jumlah pengrajin di sana banyak, tidak ada persaingan tidak sehat. Setiap produsen memiliki pelanggan masing-masing. Ada yang memasok ke pasar, ada yang melayani pesanan perkantoran, bahkan ada yang sudah menembus pasar ekspor.

Produk keripik tempe dari gang ini dikirim hingga ke luar negeri, termasuk kawasan Asia dan Timur Tengah. Ini menjadi bukti bahwa usaha rumahan pun memiliki peluang untuk berkembang secara global.

Namun di balik perkembangan tersebut, tantangan tetap ada. Kenaikan harga bahan baku menjadi keluhan utama. Harga kedelai, minyak goreng, hingga plastik terus meningkat, sementara harga jual produk cenderung stagnan.

Sebaiknya Anda baca juga:

20260413174905_1000852564.jpeg

Ketua Kelompok Pengrajin Tempe Kramat Pela, Joko Asori saat ditemui di kediamannya di Jalan Haji Aom, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/4). Antara/Luthfia Miranda Putri.

Higienis

Kemudian, perubahan juga terjadi dalam proses produksi. Jika dulu pembuatan tempe identik dengan cara-cara tradisional yang kurang higienis, kini para pengrajin mulai beradaptasi dengan standar yang lebih baik. Mereka menggunakan drum stainless, air bersih dari jet pump, serta kompor gas untuk memasak.

Perubahan ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen.

“Sekarang produksi sudah higienis. Tidak seperti dulu yang sering dianggap jorok,” kata Joko.

Tidak hanya itu, limbah produksi pun dimanfaatkan secara optimal. Kulit kedelai yang tersisa tidak dibuang begitu saja, melainkan menjadi pakan ternak bagi sapi dan kambing. Bahkan, para peternak kerap berebut untuk mendapatkannya.

Namun, di balik semua pencapaian ini, ada satu tantangan yang belum terjawab yakni regenerasi. Tidak semua anak pengrajin tertarik melanjutkan usaha orang tua mereka. Banyak di antara mereka yang memilih jalur pendidikan dan pekerjaan lain.

Mungkin itu karena  proses pembuatan tempe bukanlah hal yang instan. Dari kedelai mentah, harus direbus selama tiga jam, direndam hingga 15 jam, dicuci, diberi ragi, lalu didiamkan selama dua hari hingga siap konsumsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (2)

desapo desar
desapo desar
14 Apr 2026, 13:27 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
desapo desar
desapo desar
14 Apr 2026, 13:28 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Uji Coba:  Swedia Dipa...
Olahraga
Liverpool Resmi Tunjuk Ando...
Olahraga
Jacob Roulstone Gantikan Ma...

Musim Panas Waspada Api, Kebakaran Nagan Raya Terus Meluas

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Musim Panas Waspada Api, Ke...

Untuk Kemajuan Rakyat, Riset Unika Atma Jaya Akan Diperkuat

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Untuk Kemajuan Rakyat, Rise...

Jonatan Christie Tembus Babak 8 Besar

1 jam lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Jonatan Christie Tembus Bab...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.