WFH ASN Dimulai, LRT Jabodebek Langsung Sepi: Penumpang Turun 10 Persen dalam Sehari
📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penurunan jumlah pengguna LRT Jabodebek sebesar 10 persen pada hari pertama penerapan kebijakan kerja dari rumah (WFH) mencerminkan sensitivitas tinggi moda transportasi perkotaan terhadap dinamika pola kerja.
Kebijakan WFH secara langsung mengurangi mobilitas komuter harian, terutama pada jam sibuk, yang selama ini menjadi tulang punggung okupansi LRT.
Secara struktural, fenomena ini menunjukkan bahwa permintaan transportasi publik di kawasan perkotaan kini semakin bergantung pada fleksibilitas sistem kerja.
Di satu sisi, penurunan ini berpotensi menekan pendapatan operasional dalam jangka pendek. Namun di sisi lain, kondisi ini bisa menjadi momentum evaluasi bagi operator untuk menyesuaikan frekuensi perjalanan, efisiensi biaya, serta mengembangkan strategi menarik penumpang di luar jam sibuk.
Jika tren WFH berlanjut atau menjadi pola kerja permanen, maka model bisnis transportasi publik seperti LRT perlu beradaptasi, tidak lagi semata bergantung pada arus komuter rutin, melainkan memperluas segmentasi pengguna, termasuk perjalanan non-kerja dan integrasi dengan moda lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
LRT Jabodebek mencatat jumlah pengguna LRT turun sebesar 10 persen di hari pertama penerapan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) pada Jumat (10/4).
"Penurunan volume pengguna LRT Jabodebek ini merupakan dampak langsung dari kebijakan kerja WFH bagi ASN, khususnya pada jam sibuk," ujar Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/4).
Pada Jumat (10/4), KAI melayani 106.301 pengguna LRT Jabodebek. Sementara itu, pada Kamis (9/5) tercatat 118.505 pengguna LRT Jabodebek, atau menurun 12.204 pengguna atau sekitar 10 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasar data, penurunan volume terbanyak terjadi di stasiun yang berada di dekat perkantoran maupun stasiun integrasi, seperti Stasiun Kuningan terjadi penurunan sebesar 2.246 pengguna, dari 12.530 pengguna pada Kamis (9/4), menjadi 10.284 pengguna pada Jumat (10/4).
Kemudian, pada Stasiun Dukuh Atas terjadi penurunan sebesar 1.095 pengguna, dari 16.954 pengguna pada Kamis (9/4), menjadi 15.859 pengguna pada Jumat (10/4).
Stasiun ketiga yang mengalami penurunan volume terbanyak adalah Stasiun Rasuna Said, dengan penurunan penumpang sebanyak 1.052 orang, dari 7.621 pengguna pada Kamis (9/4), menjadi 6.659 pengguna pada Jumat (10/4).
Radhitya menyampaikan bahwa stasiun LRT Jabodebek yang terlihat mengalami penurunan pengguna terjadi pada stasiun yang berdekatan dengan kantor pemerintahan seperti di stasiun Kuningan, Setiabudi, Rasuna Said, Cikoko, Pancoran, dan stasiun lainnya.
Namun demikian, tambahnya, untuk melayani pengguna LRT Jabodebek agar tetap optimal, pada Jumat (10/4), KAI tetap mengoperasikan pola weekday dengan 430 perjalanan LRT Jabodebek.
Seluruh fasilitas stasiun dan petugas LRT Jabodebek tetap disiagakan penuh untuk menjamin kenyamanan pengguna LRT Jabodebek. KAI berkomitmen untuk terus hadir sebagai solusi transportasi publik yang efisien, tepat waktu, dan terintegrasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!