Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

APBD Tetap Boros Meskipun ASN Tangerang Terapkan WFH, Kok Bisa?

📅 Senin, 04 Mei 2026, 19:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
APBD Tetap Boros Meskipun ASN Tangerang Terapkan WFH, Kok Bisa? Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
Ket. Ilustrasi - Aparatur Sipil Negara (ASN) saat beraktivitas di halaman kantor BPKAD di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Banten.

TANGERANG – Penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi krusial untuk menjaga kesehatan fiskal di tengah keterbatasan pendapatan dan meningkatnya kebutuhan belanja publik.

Efisiensi anggaran mendorong pemerintah daerah memprioritaskan program yang berdampak langsung pada masyarakat, sekaligus menekan belanja yang kurang produktif.

Selain itu, pengelolaan APBD yang hemat dan tepat sasaran dapat memperkuat ruang fiskal daerah untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi serta meningkatkan kualitas layanan publik secara berkelanjutan.

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menyebutkan skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak signifikan terhadap penghematan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

"Kalau dalam rangka efisiensi pada APBD mungkin tidak terlalu (berpengaruh). Karena yang saya jelaskan, mendapatkan WFH ini paling umumnya staf, mereka tidak dibekali dengan BBM dan fasilitas. Dan ada (ASN) yang masuk (kerja) juga ada, jadi artinya energi listrik, air di kantor pun masih terpakai," jelas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang Muhammad Hidayat di Tangerang, Senin (4/5).

Menurutnya, skema WFH bagi ASN yang diterapkan di lingkup Pemerintahan Kabupaten Tangerang satu kali dalam sepekan tersebut dinilai belum akan mempengaruhi signifikan kepada penghematan APBD.

Pasalnya, kata dia, kebijakan dengan model kerja fleksibel ini hanya khususnya berlaku bagi 50 persen pegawai yang tidak secara langsung berdinas di satuan perangkat daerah pelayanan publik.

"Karena memang ketika WFH pun itu kan hanya kepada staf, di mana mereka tidak ada untuk alokasi BBM kendaraan. Terus untuk kantor sendiri, walaupun mereka ada yang WFH tapi ada juga yang masih masuk, jadi kemungkinan masih digunakan juga listrik, air," jelasnya.

Meski demikian, Hidayat mengatakan, bahwa pihaknya kini akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kebijakan WFH ASN yang sudah diselenggarakan sejak awal April 2026 tersebut. Hal ini dilakukannya, guna mengetahui dampak langsung terhadap penghematan anggaran daerah.

"Jadi kami juga belum bisa melihat berapa efisiensi yang dihasilkan. Saya pikir dalam periode nanti setelah tiga bulan kita evaluasi dampaknya apa?," ujarnya.

Dia juga menambahkan, bila secara umum pelaksanaan WFH ini akan lebih memberikan dampak pada penghematan secara nasional. Karena, kebijakan tersebut dapat menekan penggunaan bahan bakar dan mobilitas kendaraan, sehingga membantu efisiensi energi.

‎

"Insya Allah kalau secara nasional itu ada dampak, namun itu kan sulit untuk mengukurnya juga," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan hasil evaluasi WFH ASN yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang, bahwa kebijakan itu telah berjalan optimal, disiplin dan produktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.