Afrika Bambaataa, Pelopor Musik Hip Hop Dunia Meninggal Karena Kanker
📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 11:45 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
Afrika Bambaataa, seorang pria yang secara luas dianggap sebagai salah satu pelopor utama musik hip-hop, meninggal dunia di Pennsylvania karena kanker prostat pada hari Kamis (9/4), menurut pengacaranya. Ia berusia 68 tahun.
Menurut laporan Associated Press, kematian mendadak Bambaataa disambut dengan curahan belasungkawa dari teman, keluarga, dan penggemar di seluruh dunia, yang memberikan penghormatan atas pengaruhnya yang mendalam dan tak terbantahkan pada salah satu genre musik paling populer dan berpengaruh secara politik di dunia.
Namun, ada juga yang mengatakan bahwa pengaruhnya telah tertutupi dalam beberapa tahun terakhir setelah banyak pria yang mengenal Bambaataa sejak kecil menuduhnya melakukan pelecehan seksual.
Rapper dan produser ini terkenal karena lagu-lagu hitsnya seperti "Planet Rock" tahun 1982 dan karena mendirikan kolektif seni Universal Zulu Nation.
“Hip Hop tidak akan pernah sama tanpa dia -- tetapi semua yang ada di hip hop saat ini adalah karena dia. Semangatnya hidup di setiap beat, setiap cypher, dan setiap sudut dunia yang pernah disentuhnya,” tulis agensi bakatnya, Naf Management Entertainment, dalam pernyataan yang dikirim melalui email pada hari Selasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tempat Kelahiran Hip Hop
Nama asli Bambaataa adalah Lance Taylor. Ia lahir pada tahun 1957 di South Bronx, dan tumbuh dewasa pada saat lingkungan Kota New York tersebut mengalami kemerosotan pesat setelah meningkatnya segregasi dan bertahun-tahun pengabaian ekonomi.
Pada tahun 1970-an dan 1980-an, para pemilik rumah membakar gedung-gedung apartemen untuk mendapatkan uang asuransi alih-alih berinvestasi dalam perbaikan, sehingga keluarga berpenghasilan rendah, yang sebagian besar adalah keturunan Puerto Rico dan Afrika-Amerika, kehilangan kesempatan sosial ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bambaataa memiliki keturunan Jamaika dan Barbados, dan ia dibesarkan di kompleks perumahan umum berpenghasilan rendah oleh ibunya, menurut wawancara yang ia berikan kepada Frank Broughton pada tahun 1998. Ia mengenal musik sejak usia dini melalui koleksi piringan hitam ibunya.
Kemampuan untuk mengolah ulang dan mencampur lagu-lagu hits lama menjadi salah satu ciri khasnya di pesta-pesta yang mulai ia adakan di pusat-pusat komunitas di seluruh lingkungan pada awal tahun 1970-an, kata Bambaataa dalam wawancara tersebut. Ia sangat terinspirasi oleh karya Kool Herc, yang sering dianggap sebagai bapak hip-hop.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!