Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mencari Makna dari Undakan Sawah

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 06:55 WIB | Oleh:
Mencari Makna dari Undakan Sawah Doc: Foto: IG kedai_teraseringcisalada
Ket. Pengunjung berfoto di Lanskap Hijau Terasering Cisalada.

Ketika berada di Terasering Cisalada, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat banyak orang hanya sekedar mengagumi lanskap alam sambil melakukan foto-foto seadanya. Padahal nyatanya banyak yang bisa dilakukan di destinasi ini karena melihat medan yang dinilai sulit.

Langkah pertama untuk menepis keraguan adalah berjalan di jalan setapak dan pematang sawah Cisalada. Di antara undakan sawah yang hijau, aktivitas di tempat yang tidak pernah benar-benar ramai ini bisa mencium aroma harum tanaman padi atau lumpur sawah yang asing bagi orang kota.

Di terasering Cisalada, aktivitas bukan sekadar agenda wisata. Ia adalah pengalaman yang tumbuh dari hal-hal sederhana dengan cara berjalan kaki, melihat, mendengar nyanyian alam atau berdialog, dan sesekali berhenti untuk menghela nafas.

Menyusuri Jejak di Antara Undakan

Usahakan untuk sampai di Cisalada pag pagi hari. Karena momen ini menjadi waktu terbaik untuk mulai menyusuri pematang sawah yang bersusun itu dengan cara terbaik, menyaksikan embun di daun padi, dan menyentuh basahnya di rerumputan.

Jalan setapak yang membelah sawah, di kanan-kiri, tanaman padi  bergoyang pelan tertiup angin. Tidak ada pagar tinggi, tidak ada batas tegas antara pengunjung dan lanskap hanya jalur tanah yang mengajak siapa pun untuk berjalan lebih jauh.

Setiap langkah menghadirkan detail baru: suara air yang mengalir dari satu petak ke petak lain, jejak kaki petani yang masih basah, hingga bayangan Gunung Salak yang perlahan muncul dari balik kabut. Di sini, berjalan kaki bukan sekadar berpindah tempat. Ia menjadi cara untuk membaca lanskap.

Momen Tak Berulang

Tak sedikit yang datang ke Cisalada dengan kamera di tangan. Namun, yang mereka cari bukan hanya gambar, melainkan momen. Cahaya di tempat ini berubah cepat kabut bisa turun dan menghilang dalam hitungan menit, menciptakan suasana yang tidak pernah sama.

Pagi menghadirkan nuansa lembut dengan warna-warna pucat yang menenangkan. Sore, sebaliknya, menumpahkan cahaya keemasan yang menegaskan kontur setiap undakan sawah.

Gunung Salak berdiri sebagai latar yang memberi kedalaman pada setiap bidikan. Namun bersembunyi di balik kabut, tapi juga tampa tampa malu menampakkan wujudnya ketika hujan telah reda, menciptakan momen yang dramatis.

Dengan berubah-ubahnya pemandangan, Cisalada bagi para pecinta fotografi bukan soal teknik semata, tetapi soal menunggu waktu yang tepat. Inilah yang menantang mereka untuk menguji kesabaran dan juga keberuntungan.

Belajar dari Tanah dan Air

Bagi orang kota, di balik keindahan visual, Cisalada menyimpan pelajaran tentang kehidupan yang lebih mendasar. Para petani mulai bekerja sejak pagi, sebagian menanam, sebagian lain mengatur aliran air yang menjadi kunci keberlangsungan sawah bertingkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
CKG Kota Tangerang Deteksi ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Dorong Peran P...
Rona
Estafet Tunas Kelapa Kwarda...

Pemkot Bogor Segera Tata PKL di Taman Heulang

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata PK...

Wisatawan Taiwan Coba Ditarik ke Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Wisatawan Taiwan Coba Ditar...
Olahraga
Pukulan Telak Jelang Asian ...
Megapolitan
Disnaker: Balai Latihan Ker...
Daerah
Ekonomi Papua Sangat Bergan...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.