Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ironis! Negara Asal Tempe Lahir Namun Kedelai dari Luar Negeri, Mengapa Ini Bisa Terjadi?

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 05:11 WIB | Oleh:

Sebaliknya, di Indonesia, fase pengisian biji sering berlangsung dalam kondisi lembap atau bahkan hujan. Radiasi matahari yang berkurang akibat tertutup awan membatasi produksi energi melalui fotosintesis.

Pada saat yang sama, kelebihan air dapat mengganggu respirasi akar dan memperlambat metabolisme tanaman. Hasilnya adalah pengisian biji yang tidak maksimal, biji terbentuk, tetapi tidak terisi penuh. Inilah salah satu alasan mengapa ukuran biji kedelai lokal cenderung lebih kecil.

Tanah masam

Namun, faktor iklim hanyalah sebagian dari persoalan. Kunci utama justru terletak pada tanah, komponen yang sering luput dari perhatian dalam kajian produksi pangan.

Sebagian besar tanah di Indonesia terbentuk melalui proses pelapukan yang sangat intensif dalam jangka waktu geologis yang panjang. Hujan tropis, yang terus-menerus mencuci unsur-unsur basa dari tanah, meninggalkan tanah yang cenderung masam dengan kandungan bahan organik yang relatif rendah.

Selain itu, tanah-tanah ini didominasi oleh mineral liat aktivitas rendah serta oksida besi dan aluminium yang bersifat toksik untuk tanaman.

Dalam kondisi seperti ini, unsur hara penting seperti fosfor menjadi tidak tersedia karena terikat kuat (lebih dari 60 persen) oleh besi dan aluminium. Padahal, fosfor adalah unsur kunci dalam pembentukan energi (ATP) yang sangat dibutuhkan dalam proses pengisian biji.

Tanaman kedelai yang kekurangan fosfor tidak mampu mengisi bijinya secara optimal, meskipun secara kasatmata tampak tumbuh normal.

Kandungan bahan organik yang rendah juga menjadi masalah serius. Bahan organik berperan sebagai “penyimpan” air dan hara dalam tanah. Tanah yang miskin bahan organik cenderung tidak mampu menjaga kestabilan ketersediaan air dan nutrisi. Tanaman mengalami fluktuasi kondisi, kadang cukup, kadang kekurangan, yang pada akhirnya mempengaruhi hasil.

Kedelai sebenarnya memiliki keunggulan biologis yang luar biasa: kemampuannya mengikat nitrogen dari udara melalui simbiosis dengan bakteri pada akar. Dalam kondisi ideal, tanaman ini dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan nitrogen secara mandiri.

Namun kemampuan ini sangat bergantung pada kondisi tanah. Tanah yang terlalu masam atau miskin mikroorganisme efektif dapat menghambat aktivitas bakteri tersebut. Akibatnya, tanaman kekurangan nitrogen, yang berperan penting dalam pembentukan protein dan pengisian biji.

Dengan kata lain, potensi biologis kedelai tidak sepenuhnya terwujud karena lingkungan tanah yang tidak mendukung.

Budidaya kecil

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.