Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Provinsi Lampung Buka Peluang Investasi Pengembangan PLTS Terapung di Bendungan

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 16:40 WIB | Oleh:
Provinsi Lampung Buka Peluang Investasi Pengembangan PLTS Terapung di Bendungan Doc: antara foto
Ket. Pengembangan PLTS terapung di Bendungan Margatiga Lampung.

BANDARLAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung membuka peluang investasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di bendungan untuk meningkatkan ketahanan energi di daerah.

"Pemerintah daerah saat ini terus mendorong pemanfaatan serta pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya," ujar Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung Sopian Atiek di Bandarlampung, Rabu (8/4).

Ia mengatakan, untuk mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung tersebut pemerintah daerah pun membuka masuknya peluang investasi di wilayahnya.

"Di Provinsi Lampung ini memiliki tiga bendungan besar yakni Bendungan Batutegi, Bendungan Way Sekampung, dan Bendungan Margatiga yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung untuk menambah pasokan listrik di daerah," katanya.

Dia menjelaskan sejauh ini telah ada lima investor yang berminat berinvestasi mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya terapung di bendungan di Provinsi Lampung.

"Sejumlah investor yang berminat itu kalau dari investor lokal adalah dari Bakrie Energi, kemudian PT SMI. Sedangkan investor yang berasal dari luar itu berasal dari Malaysia yakni Citra Global, lalu ada dari China dan dari Jepang, bahkan sudah ada yang membuat letter of intent (LOI) untuk pengembangan di Kabupaten Lampung Timur," ucap dia.

Menurut dia, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung di bendungan tersebut saat ini masih dalam proses studi kelayakan dari rencana pengembangan awal.

"Saat ini masih studi kelayakan lalu setelah itu baru dibuat rencana investasinya. Kalau dilihat dari rancangan awal nilai investasinya cukup besar, sehingga harus diperhitungkan secara rinci untuk menarik investor juga," tambahnya.

Ia melanjutkan pemanfaatan tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi sumber energi terbarukan di daerah untuk mewujudkan ketahanan dan swasembada energi di masa depan.

"Harapannya ini bisa berjalan dengan baik, sehingga Lampung makin maju dengan terbentuknya ketahanan energi di daerah," ujar dia.

Diketahui hingga saat ini tingkat penggunaan energi hijau di Provinsi Lampung telah mencapai 36 persen, atau jauh di atas rata-rata nasional yang baru mencapai 14-18 persen.

Ditargetkan pada 2032 adalah bauran energi baru terbarukan di Provinsi Lampung dapat mencapai 40 persen, dengan kapasitas pembangkit listrik naik menjadi 1.600 Megawatt.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
KAI Catat Volume Angkutan P...
Nasional
Kedatangan Jupiter Aerobati...

KPK geledah rumah Silmy Karim

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
KPK geledah rumah Silmy Karim
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.