Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saat Sawah Terancam Kering, Petani Lebak Andalkan Pompa Pantek Sistem Satelit

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saat Sawah Terancam Kering, Petani Lebak Andalkan Pompa Pantek Sistem Satelit Doc: ANTARA/ Mansur
Ket. Petani Desa Tambakbaya, Cibadak Lebak, Banten mengoperasikan pompa pantek dengan sistem satelit sedalam 60 m untuk mengatasi kekeringan.

LEBAK – Upaya mengatasi kekeringan di kawasan persawahan menjadi semakin penting untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim yang kian tidak menentu.

Kekurangan pasokan air tidak hanya berpotensi menurunkan hasil panen, tetapi juga meningkatkan risiko gagal tanam yang berdampak pada pendapatan petani dan ketahanan pangan.

Karena itu, optimalisasi infrastruktur irigasi, pemanfaatan teknologi pengelolaan air, serta percepatan distribusi bantuan pompa dan sumber air alternatif menjadi langkah strategis untuk mengurangi dampak kekeringan.

Penanganan yang cepat dan terukur dapat membantu menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus meningkatkan daya tahan sektor pertanian terhadap cuaca ekstrem.

Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten menggunakan pompa pantek sistem satelit untuk mengatasi kekeringan menyusul memasuki musim kemarau atau El Nino di daerah itu.

"Kami memanfaatkan pompa pantek sistem satelit untuk menyedot air dalam tanah dengan kedalaman 60 meter," kata Ketua Kelompok Tani Sukabungah Kabupaten Lebak Ruhiana di Lebak, Minggu (7/6).

Pompa pantek sistem satelit itu sangat efektif dan murah untuk mengaliri air ke tanaman padi agar tumbuh subur dan menghasilkan produksi pangan.

Saat ini, tanaman padi di wilayahnya seluas 150 hektare yang usia tanam rata-rata 10 hari setelah tanam mengalami kekeringan.

Penyebab kekeringan itu, karena sejak sepekan terakhir tidak turun hujan, sehingga dipastikan tanaman padi tidak tumbuh subur.

"Kami berharap pompa pantek itu bisa mengaliri persawahan tanaman padi seluas 150 hektare itu," kata Ruhiana.

Menurut dia, pihaknya menggunakan pompa pantek tersebut atas bantuan dana desa dengan anggaran Rp50 juta per unit.

Saat ini, jumlah pompa pantek yang ada sebanyak 3 unit dan kekurangan sekitar 10 unit.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah menyalurkan bantuan pompa pantek untuk mengatasi kekeringan tersebut.

"Kami memastikan kekurangan pompa pantek itu, jika kemarau panjang bisa mengancam gagal panen," katanya menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Panen Perdana Sorgum di Bogor
    Preview komentar:
    Nomor Telepon Call Center (Easycash) 24 Jam ...
    Hubugi Nomor WhatsApp (Shopee Spinjam) layanan Customer Service ...
  • Berikut Lokasi SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya pada Sabtu (22/8)
    Preview komentar:
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...
  • Rusun Manggarai Dibangun 24 Lantai, KAI Targetkan Rampung dalam 18 Bulan
    Preview komentar:
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...
Daerah
Pemkot Bandung Buka Keran A...
Ekonomi
ASENSI Dorong IP dan Licens...

Pemkot Buka Bandung Great Sale 2026

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Buka Bandung Great S...
Daerah
Museum ITB Hadirkan Wisata ...
Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat Ujung Tombak Penanganan Karhutla

Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat Ujung Tombak Penanganan Karhutla

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.