Final Prancis Open 2026: Zverev Incar Gelar Grand Slam Perdana, Cobolli Siap Ukir Sejarah di Roland Garros
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 07:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPARIS – Kesempatan emas akhirnya kembali datang bagi Alexander Zverev. Setelah tiga kali gagal di partai puncak turnamen Grand Slam, petenis Jerman itu berharap peribahasa “empat kali percobaan membawa keberhasilan” menjadi kenyataan saat menghadapi petenis Italia, Flavio Cobolli, pada final Prancis Open di Roland Garros, Minggu (7/6).
Bagi Zverev, final kali ini bisa menjadi momen yang mengubah perjalanan kariernya. Sejak hampir satu dekade lalu, petenis berusia 29 tahun itu digadang-gadang sebagai penerus generasi emas tenis putra dan calon penantang dominasi trio legendaris Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer.
Namun ketika peluang demi peluang datang, Zverev belum mampu menembus tembok terakhir. Sementara itu, generasi baru yang dipimpin Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz justru mengambil alih panggung dengan koleksi 11 gelar Grand Slam di antara mereka.
Kini, jalan menuju trofi tampak lebih terbuka. Cedera yang menimpa Alcaraz serta tersingkirnya Sinner dan Djokovic lebih awal membuat persaingan di sektor putra menjadi sangat terbuka.
Meski demikian, Zverev memilih untuk tidak terlena oleh status favorit.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Satu-satunya hal yang bisa saya kendalikan adalah bermain tenis dengan baik,” kata Zverev. “Saya akan mencoba menunjukkan level permainan terbaik saya dan melakukan hal-hal yang benar. Itu yang paling penting bagi saya.”
Zverev bukanlah sosok asing dalam perebutan gelar besar. Ia telah mengoleksi tujuh gelar Masters 1000, dua trofi ATP Finals, dan medali emas Olimpiade Tokyo.
Namun trofi Grand Slam selalu lepas dari genggamannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Final Grand Slam pertamanya berakhir menyakitkan saat kalah dari Dominic Thiem di final US Open 2020 setelah sempat unggul dua set lebih dulu.
Empat tahun kemudian, ia kembali gagal ketika menyerah dari Alcaraz pada final Roland Garros setelah sempat memimpin dua set berbanding satu. Pada final Australia Terbuka tahun lalu, Zverev juga harus mengakui keunggulan Sinner dalam tiga set langsung.
Berbeda dengan tiga final sebelumnya, kali ini Zverev datang sebagai unggulan kuat.
Meski berstatus underdog, Cobolli tidak bisa dipandang sebelah mata. Petenis unggulan ke-10 itu menikmati turnamen terbaik dalam kariernya dan menyebut Roland Garros 2026 sebagai “kesempatan seumur hidup”.
Hubungan keduanya juga cukup dekat di luar lapangan. Namun ketika memasuki Court Philippe Chatrier, persahabatan akan dikesampingkan.
Secara head-to-head, Zverev unggul 3-1. Ia pernah mengalahkan Cobolli di Roland Garros tahun lalu dan kemudian kembali menang di Halle.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!