Jojo Akui Tak Mampu Kelola Tekanan saat Gagal Juarai Indonesia Open
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 18:17 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Jonatan Christie mengakui gagal mengelola tekanan sehingga dikalahkan atlet Kanada Victor Lai pada final Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/6).
"Sejak awal pertandingan memang ada tekanan yang cukup besar. Ketegangan juga sangat terasa. Saya rasa hari ini saya belum bisa mengelola tekanan itu dengan baik di lapangan," kata Jonatan dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Jonatan takluk 19-21, 8-21 dalam tempo 39 menit sehingga kembali gagal mewujudkan impian menjuarai Indonesia Open.
Pernyataan Jonatan menepis anggapan bahwa kartu kuning yang diterimanya pada gim kedua menjadi titik balik pertandingan.
Menurut dia, faktor utama yang memengaruhi penampilannya justru dirinya sendiri yang tak mampu mengatasi tekanan besar pada partai turnamen Super 1000 tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sepanjang pekan, Jonatan tampil meyakinkan untuk mencapai final pertamanya dalam Indonesia Open, namun menghadapi Victor yang tengah menikmati performa terbaiknya, ia kesulitan menemukan ritme permainan.
Pada gim pertama, Jonatan masih bisa memberikan perlawanan ketat sebelum kalah 19-21. Namun pada gim kedua, Victor semakin percaya diri untuk mendominasi laga hingga menang 21-8.
Jonatan memilih tidak larut dalam kekecewaan dengan ingin menenangkan diri sebelum kembali menatap Kejuaraan Dunia 2026 dan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya ingin mengambil jeda sejenak dari bulu tangkis supaya bisa lebih rileks dan menyegarkan kembali pikiran yang sudah terkuras selama kurang lebih tiga minggu menjalani rangkaian pertandingan sampai hari ini," ujarnya.
Setelah beristirahat, Jonatan mengatakan akan kembali menyusun persiapan bersama tim untuk menghadapi paruh kedua musim yang masih menyisakan sejumlah turnamen penting.
Ia mengatakan persaingan tunggal putra dunia kini makin merata dengan munculnya pemain-pemain baru dari negara yang sebelumnya tidak diperhitungkan.
"Beberapa negara berkembang sangat pesat dan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dulu mungkin belum terlalu diperhitungkan, sekarang sudah memiliki pemain-pemain yang layak menjadi kandidat juara di berbagai turnamen," kata Jonatan.
Salah satu contoh nyata adalah Victor Lai yang dinilai Jonatan tampil lebih tenang dan disiplin.
"Dari segi pengendalian diri, dia juga mampu menjalankan strategi yang sudah disiapkan dengan sangat baik. Menurut saya, itu perbedaan yang paling terlihat pada pertandingan hari ini," ujar Jonatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!