Pembukaan Selat Hormuz Dibahas Keroyokan Petinggi Militer dari 30 Negara. Harga Minyak Turun Usai Genjatan Senjata
📅 Rabu, 08 Apr 2026, 12:44 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Untuk menekan Iran agar mau membuka selat Hormuz, pejabat militer dari lebih dari 30 negara mengikuti konferensi daring koalisi yang dipimpin Inggris pada hari Selasa (7/4) guna membahas upaya pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional.
"Perencana militer, sekutu, dan mitra dari 30 lebih negara bergabung dalam konferensi perencanaan virtual hari ini untuk mengkoordinasikan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan akses ke Selat Hormuz di masa depan aman dan mudah," kata kementerian melalui pernyataan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper memimpin pertemuan para menteri luar negeri dari negara-negara koalisi pada Kamis lalu. Para Menlu sepakat untuk mempertimbangkan langkah-langkah untuk menekan Iran agar membuka kembali jalur air penting tersebut, termasuk melalui sanksi.
Deklarasi usulan Inggris yang menyatakan kesediaan untuk membantu membuka blokade selat tersebut telah ditandatangani oleh 38 negara. Awalnya, dokumen itu didukung oleh Inggris Raya, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan juga Jepang.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iran kemudian membalas aksi tersebut, dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi konflik di kawasan hampir menghentikan pengiriman yang melintasi Selat Hormuz, yang merupakan jalur pasokan utama untuk minyak dan LNG global. Akibat situasi tersebut, harga bahan bakar di sebagian besar negara melonjak.
Sementara itu, harga minyak dunia turun drastis sebesar 13-17 persen menyusul pengumuman gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, menurut data perdagangan Rabu pagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Selasa (7/4) malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran. Pemimpin AS tersebut mencatat bahwa Iran juga telah sepakat untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Pada pukul 00:17, harga minyak mentah Brent berjangka Juni turun 12,6 persen dari penutupan sebelumnya menjadi 91,92 dolar AS (sekitar Rp1,56 juta) per barel. Ini menandai pertama kalinya sejak 23 Maret Brent jatuh di bawah 92 dolar AS. Sementara itu, minyak mentah WTI berjangka Mei turun 16,6 persen menjadi 94,10 dolar AS (sekitar Rp1,6 juta).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!