Pemkab Sumenep Hentikan Pengeboran Sumur di Karduluk, Kandungan Gas Picu Risiko Kebakaran dan Ledakan
📅 Jumat, 03 Apr 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur menghentikan pengeboran sumur di Desa Karduluk, karena diketahui mengandung gas yang berpotensi mengalami kebakaran dan ledakan.
"Per hari ini, kami minta agar pengeboran sumur tersebut resmi dihentikan, karena berdasarkan uji laboratorium yang kami lakukan, memang mengandung gas," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sumenep Dadang Dedy Iskandar di Sumenep, Kamis (2/4).
Ia menjelaskan sumur bor yang mengeluarkan gas itu terletak di Dusun Somangkaan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, sekitar 29 kilometer ke arah tenggara Kota Sumenep.
Pemkab Sumenep, sambung dia, sebelumnya telah mengambil sampel dari air sumur bor itu dan hasilnya memang mengandung gas, sehingga meminta pemilik agar menghentikan pengeboran.
"Kalau sebelumnya instruksi penghentian yang kami sampaikan hanya sementara, tapi saat ini, kami meminta agar dihentikan total," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sumur bor yang mengandung gas dan mudah terbakar jika disulut dengan api tersebut milik warga bernama Zamroni.
Sumur itu mengeluarkan setelah pengeboran dilakukan pada kedalaman sekitar 20 kilometer.
"Saat itu, mengeluarkan bau menyengat, dan menyemburkan api saat disulut," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kasus sumur bor mengandung gas di Dusun Somangkaan, Desa Karduluk ini merupakan kali kedua sepanjang 10 tahun terakhir ini.
Sebelumnya, pada 2016 kasus serupa juga terjadi di Dusun Janggerra Timur, Desa Gadding, Kecamatan Manding, Sumenep. Pengeboran sumur ini juga dihentikan oleh Pemkab Sumenep, karena dikhawatirkan berbahaya bagi warga sekitar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!