Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dominasi Kendaraan Pribadi Capai 80 Persen, DIY Perkuat Transportasi Publik

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Dominasi Kendaraan Pribadi Capai 80 Persen, DIY Perkuat Transportasi Publik Doc: Dok. Humas Jogja

YOGYAKARTA - Lonjakan aktivitas masyarakat di wilayah perkotaan mendorong Pemerintah Daerah DIY mempercepat pengembangan sistem transportasi publik yang saling terhubung. Kehadiran layanan transportasi yang terpadu dinilai menjadi kebutuhan penting agar mobilitas masyarakat dapat berjalan lebih efektif, nyaman, aman, serta mendukung konsep pembangunan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, dalam Focus Group Discussion (FGD) Arah Kebijakan Integrasi Transportasi Perkotaan di DIY, Selasa (19/05). Menurutnya, peningkatan konektivitas antarmoda menjadi salah satu langkah yang terus diperkuat untuk menciptakan sistem transportasi yang mampu melayani masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

“Tuntutan tingginya mobilitas ini tidak bisa dielakkan. Dan kami juga ingin bagaimana mampu menawarkan kenyamaan transportasi bagi masyarakat DIY maupun pengunjung yang datang ke Jogja. Namun memang masih ada persoalan besar, khususnya di wilayah perkotaan, yakni ketergantungan kepada penggunaan kendaraan pribadi,” jelasnya.

Ia menilai tingginya penggunaan kendaraan pribadi masih menjadi tantangan besar bagi pengembangan transportasi publik di kawasan perkotaan. Pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi di DIY juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dengan rata-rata kenaikan sekitar 6,2 persen setiap tahun. Kondisi tersebut berdampak pada dominasi penggunaan kendaraan pribadi yang mencapai sekitar 80 persen di wilayah perkotaan.

“Ketergantungan masyarakat kepada penggunaan kendaraan pribadi ini yang juga membuat cukup berat untuk beralih ke kendaraan umum. Karenanya, Pemda DIY terus mendorong penguatan konektivitas antarmoda melalui integrasi layanan kereta api perkotaan, Trans Jogja, terminal, kawasan park and ride, serta pengembangan simpul-simpul transportasi strategis lainnya,” paparnya.

Sebagai bagian dari arah kebijakan pembangunan transportasi, Pemda DIY menyiapkan penguatan sistem transportasi perkotaan berbasis integrasi serta pengembangan titik-titik simpul transportasi di kawasan strategis. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan sumbu filosofi yang lebih ramah transportasi publik dan pejalan kaki.

“Kami juga akan melakukan penguatan sinergi pusat dan daerah dalam mendukung pengembangan transportasi berbasis rel dan konektivitas wilayah. Selanjutnya, kami akan mendorong pengembangan transportasi massal yang aman, nyaman, efisien, serta sistem mobilitas perkotaan rendah emisi dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Joice, mengatakan sistem transportasi umum di Yogyakarta sejatinya sudah mulai memiliki keterhubungan antarlayanan, termasuk jaringan Trans Jogja yang terintegrasi dengan sejumlah stasiun kereta api. Meski demikian, efektivitas layanan tersebut dinilai masih memerlukan penguatan.

“Pemerintah Indonesia saat ini memang secara aktif mendorong pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi melalui skema pendanaan di luar APBN. Upaya ini menjadi pendorong utama dalam pengembangan infrastruktur, terutama di sektor kereta api. Namun yang harus dipahami, pengembangan jalur kereta api itu juga tidak mudah,” imbuhnya.

Menurut Joice, pembangunan infrastruktur perkeretaapian memerlukan proses panjang dan tahapan yang kompleks, termasuk berbagai kajian mendalam sebelum proyek dapat dijalankan.

Hingga tahun 2030, pemerintah menargetkan jaringan kereta api nasional mencapai panjang 10.524 kilometer, termasuk 3.756 kilometer untuk jalur kereta api perkotaan. Namun prioritas pembangunan jaringan baru akan difokuskan di Pulau Sumatera dan Sulawesi, sedangkan wilayah Jawa diarahkan pada peningkatan kapasitas jalur yang sudah ada.

“Untuk wilayah Pulau Jawa, difokuskan pada pengembangan jalur ganda dan elektifikasi, serta pengoperasian kereta cepat. Pengembangan jalur kereta api memang mampu menjadi solusi, namun pengembangan tidak bisa terjadi tanpa integrasi dengan moda transportasi lainnya,” tutup Joice.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.