Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Data Desil Lambat Diperbarui, DPRD DKI Dorong Mekanisme Sanggah Manual

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 10:30 WIB | Oleh:
Data Desil Lambat Diperbarui, DPRD DKI Dorong Mekanisme Sanggah Manual Doc: Istimewa
Ket. Komisi E DPRD DKI Jakarta menyoroti persoalan data desil yang dinilai masih menjadi hambatan dalam penyaluran berbagai program sosial kepada masyarakat. Ketidakakuratan dan lambatnya perubahan data berpotensi membuat warga yang seharusnya menerima layanan justru mengalami kendala dalam mengakses program pemerintah.

JAKARTA - Komisi E DPRD DKI Jakarta menyoroti persoalan data desil yang dinilai masih menjadi hambatan dalam penyaluran berbagai program sosial kepada masyarakat. Ketidakakuratan dan lambatnya perubahan data berpotensi membuat warga yang seharusnya menerima layanan justru mengalami kendala dalam mengakses program pemerintah.

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki menyampaikan hal tersebut seusai memimpin rapat kerja terkait pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (13/8). Rapat tersebut turut melibatkan Biro Kesejahteraan Sosial (Kesos) Setda DKI Jakarta dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP).

Menurut Subki, persoalan data desil menjadi salah satu perhatian utama karena berkaitan langsung dengan berbagai program pelayanan masyarakat. Data tersebut digunakan dalam sejumlah sektor, mulai dari pendidikan, bantuan sosial (bansos), hingga program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Banyak urusan yang semua datanya terangkut di desil. Pendidikan, sosial, termasuk di dalamnya bansos-bansos, banyak hambatan di desil,” kata Subki.

Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mencari solusi untuk mempercepat pembaruan data desil. Langkah tersebut penting agar masyarakat tidak terus mengalami kebingungan ketika status ekonomi dalam sistem belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Subki juga mendorong adanya mekanisme pengajuan sanggah secara manual sebagai alternatif bagi masyarakat yang mengalami ketidaksesuaian data. Menurutnya, mekanisme tersebut dapat menjadi pilihan ketika proses perubahan data melalui sistem daring membutuhkan waktu cukup panjang.

“Supaya masyarakat tidak bertanya-tanya,” tandasnya.

Lambatnya proses perubahan data, lanjut Subki, salah satunya disebabkan pengelolaan data sosial dan ekonomi masyarakat tidak sepenuhnya berada di tingkat pemerintah provinsi. Data tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola melalui sistem data nasional.

Kondisi tersebut membuat perubahan peringkat atau desil masyarakat membutuhkan waktu. Bahkan, data hasil pengajuan sanggah dari masyarakat juga dinilai tidak dapat langsung berubah sesuai dengan kondisi terbaru.

“Jadi agak lama naiknya, agak lama juga turunnya. Sehingga perubahan data desil yang hasil dari sanggah masyarakat juga dinilai sangat lambat,” ujar Subki.

Atas persoalan tersebut, Komisi E DPRD DKI Jakarta mempertimbangkan pembentukan panitia khusus (Pansus) desil. Pansus tersebut diharapkan dapat mendorong pembahasan yang lebih mendalam sekaligus mempercepat langkah perbaikan data agar penyaluran program pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

Subki menegaskan, penggunaan data tunggal secara nasional tetap diperlukan untuk menciptakan standar pendataan yang lebih terintegrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi sosial dan ekonomi Jakarta memiliki karakteristik tersendiri sehingga proses pendataan tidak dapat sepenuhnya disamaratakan dengan daerah lain.

“Bisa jadi standar Jakarta dengan standar lain itu beda,” tutur Subki.

Karena itu, ia meminta hasil pendataan nasional mengenai kondisi ekonomi masyarakat benar-benar menggambarkan keadaan warga secara akurat. Ketepatan data dinilai menjadi faktor penting agar program bantuan maupun pelayanan sosial tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
  • RAPBN 2027 di Depan Mata, Investor Menanti Jawaban Pemerintah soal Arah Ekonomi Indonesia
    Preview komentar:
    Sejalan dengan kehati-hatian fiskal yang disepakati Banggar DPR ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival

Menjadi Unggulan 32, Janice Tjen Mendapat Bye di Cincinnati

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Menjadi Unggulan 32, Janice...

PSIM Akan Menggunakan Penjaga Gawang Umur 16

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSIM Akan Menggunakan Penja...
Nasional
Fantastis! Prabowo Umumkan ...

Kudus Tuan Rumah Srikandai Merdeka Cup

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kudus Tuan Rumah Srikandai ...
Daerah
Waspada! Aktivitas Gunung S...

Real Madrid Mulai Berlaga Melawan Espanyol

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Real Madrid Mulai Berlaga M...

Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Sejahterakan Petani lewat P...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Daftar Event Jakarta 14–17 Agustus 2026, Sambut Semarak HUT ke-81 RI

Daftar Event Jakarta 14–17 Agustus 2026, Sambut Semarak HUT ke-81 RI

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.