Kemendiktisainstek Sebut SNPMB Merupakan Seleksi Mahasiswa Terbesar di Dunia
📅 Rabu, 01 Apr 2026, 17:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA – Seleksi penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri di Indonesia dianggap sebagai yang terbesar di dunia. Hal itu disampaikan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok.
“Ini adalah seleksi penerimaan mahasiswa baru yang paling banyak pesertanya, bahkan di seluruh dunia,” ujar dia, Rabu (1/4).
Menurut Eduart, tidak ada yang melakukan seleksi serentak dengan melibatkan 146 PTN serta 1,2 juta peserta. “Ini berdasarkan data tahun lalu,” ucap dia.
SPNMB diselenggarakan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Meski begitu, Eduart menegaskan sistem dan mekanisme seleksi dirancang untuk menjaga keadilan bagi seluruh peserta.
“Kami siapkan ini untuk membantu peserta dan menjaga fairness,” ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Eduart menegaskan panitia telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menjelang pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Ini dilakukan berdasarkan evaluasi pelaksanaan seleksi pada tahun-tahun sebelumnya oleh panitia nasional.
“Kami terus mengantisipasi praktik-praktik kecurangan seperti yang ditemukan di tahun-tahun sebelumnya,” ujar dia. Misalnya penggunaan joki atau mengganti peserta di ruang ujian, atau mencoba mengambil soal dengan berbagai cara.
Eduart juga membantah anggapan bahwa panitia membatasi pilihan calon mahasiswa untuk mengikuti ujian di luar daerah. “Tidak ada yang berubah dan hak calon mahasiswa untuk mendaftar di mana saja,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Eduart, pembatasan hanya berlaku pada lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), bukan pada pilihan perguruan tinggi. “Hanya memang yang kami batasi adalah tempat ujian yang akan diikuti, tetapi kami tidak membatasi daerahnya,” kata dia.
Eduart menegaskan kebijakan tersebut justru bertujuan menjaga integritas seleksi sekaligus meminimalkan praktik kecurangan. “Tahun lalu kami melihat modusnya menggunakan joki yang berada di pusat UTBK,” ucap dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!