Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Pukul Sapu Lidi Menjadi Simbol Persaudaraan Masyarakat Maluku

📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 23:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tradisi Pukul Sapu Lidi Menjadi Simbol Persaudaraan Masyarakat Maluku Doc: Antara

Ambon - Tradisi Pukul Sapu Lidi kembali digelar di Negeri Morella, Kabupaten Maluku Tengah, sebagai simbol persaudaraan dan warisan budaya masyarakat Maluku.

“Tradisi ini mencerminkan semangat persaudaraan, keberanian, sportivitas, serta ketangguhan masyarakat Maluku dalam menjaga identitas budaya secara turun-temurun,” kata Sekretaris Daerah Maluku Sadali Le, di Ambon, Sabtu.

Atraksi budaya tahunan tersebut resmi dibuka oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang ditandai dengan prosesi pembakaran Obor Kapitan Tulukabessy. Pembukaan turut disaksikan istri Wakil Gubernur, Rohani Vanath.

Usai prosesi, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama istri, istri Wakil Gubernur Rohani Vanath, Sekda beserta istri, serta jajaran Forkopimda turut ambil bagian dalam atraksi dengan memukul peserta menggunakan lidi sebagai simbol pemukul kehormatan.

Selain atraksi utama, masyarakat juga disuguhkan berbagai pertunjukan seni budaya, di antaranya tari Reti, tari Saliwangi, tari Lisa Kapahaha, hingga atraksi Bambu Gila.

Sadali menjelaskan, bahwa tradisi pukul sapu lidi bukan sekadar pertunjukan, melainkan warisan leluhur yang sarat makna dan filosofi kehidupan. Di tengah arus modernisasi, lanjutnya, keberadaan tradisi tersebut menjadi penting untuk terus dilestarikan.

“Pukul sapu lidi bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Negeri Latu Hausihu Morella, tetapi juga menjadi kekayaan budaya Maluku yang memiliki daya tarik besar, baik secara nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi merupakan bukti bahwa adat dan budaya tetap hidup dan menjadi bagian dari jati diri masyarakat Maluku.

“Saya mengajak kita semua, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai dan melestarikan budaya lokal. Jangan sampai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi ini hilang ditelan zaman,” ajaknya.

Selain itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, mengimbau agar atraksi tersebut dijadikan kekuatan dalam membangun karakter, memperkuat persatuan, serta mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan dikemas lebih baik sehingga mampu menjadi agenda wisata budaya unggulan di Maluku, yang tidak hanya memberikan dampak sosial dan budaya, tetapi juga manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Sugeng Sugiharto, Kabinda Marsha TNI R. Harys Mahhendro, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, Wakapolda Maluku Brigjen Imam Thobroni, Kasdam Brigjen TNI Dr. Nefra Firdaus, serta Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Muhammad Risahdi.

Di waktu bersamaan, atraksi serupa juga digelar masyarakat di Negeri Mamala

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.