Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saat Stroberi Kembali Berbuah, Harapan Petani Agam Ikut Tumbuh Pascabencana

📅 Senin, 16 Mar 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saat Stroberi Kembali Berbuah, Harapan Petani Agam Ikut Tumbuh Pascabencana Doc: ANTARA/Kuntum Khaira Riswan
Ket. Petani menunjukkan stroberi yang siap panen di ruas Jalan Malalak-Sicincin, Kecamatan Balingka, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (16/3/2026).

MALALAK – Di lereng-lereng kebun stroberi di Kecamatan Balingka, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, harapan para petani perlahan kembali tumbuh.

Setelah sempat terpukul oleh banjir bandang yang merusak lahan dan menghambat distribusi hasil panen, kini kondisi mulai berangsur membaik.

Perbaikan akses jalan memudahkan petani membawa hasil panen ke pasar, sementara cuaca yang lebih bersahabat membantu tanaman stroberi kembali berbuah lebih baik.

Perlahan namun pasti, roda ekonomi para petani pun mulai bergerak lagi, membawa optimisme baru bagi mereka yang sempat terhenti oleh bencana.

Riadi Yunanda, petani stroberi yang berkebun di ruas Jalan Malalak–Sicincin, Balingka, Agam, Senin (, mengatakan bencana sebelumnya menyebabkan produksi anjlok. Curah hujan tinggi membuat banyak buah membusuk karena terendam air, sementara longsor yang memutus sejumlah ruas jalan menghambat distribusi hasil panen.

“Waktu bencana banyak busuk buah, dan daerah luar enggak ambil karena longsor, jalan putus,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, menurut Riadi, hasil panen di kebunnya sempat turun drastis hingga sekitar tiga kilogram (kg) saja per hari. Kini, seiring kondisi yang membaik, produksi kembali meningkat hingga sekitar 10 kg per hari. Hasil panen itu dijual kepada pengepul dengan harga Rp50 ribu per kg

Kondisi serupa juga dialami Yogi, pemilik Agrowisata Kebun Stroberi Melky di Jalan Malalak–Sicincin, Nagari Balingka. Dirinya menyebut penjualan sempat merosot hingga 80 persen saat bencana terjadi.

Namun, setelah cuaca membaik dan akses jalan mulai direvitalisasi, produksi kembali meningkat signifikan. Saat ini, kebunnya mampu menghasilkan sekitar 150 kilogram stroberi per hari yang sebagian besar dikirim ke Riau.

“Kebun kita saja 150 kilogram per hari untuk dikirim ke Riau. Banjir November paling banyak cuma 50 kilogram. Mulai Februari ini lah mulai banyak,” ujar dia.

Seiring momen Lebaran Idul Fitri, Yogi menyampaikan bahwa biasanya penjualan kepada pembeli langganannya menurun karena sudah memasuki musim libur, sehingga dirinya mengharapkan pemasukan dari kunjungan wisata.

Meskipun jalan Malalak masih ditutup untuk masyarakat umum, Yogi berharap kunjungan wisata tetap ramai, dengan mengakses jalan yang tidak dibatasi.

“Wisatawan biasa banyak dari Riau, Medan. Untuk wisata jalan Insya-Allah lancar, sudah aman, enggak perlu khawatir lagi, Insya-Allah enggak bakal lagi ada bencana,” kata Yogi.

Berdasarkan Dashbord Satu Data Bencana Sumatera Barat yang diakses Senin, jumlah penduduk terdampak banjir di Sumatera Barat mencapai 297.232 orang dengan 233 jiwa meninggal, 31 jiwa meninggal belum teridentifikasi, dan 72 jiwa hilang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
Satgas Yonif 511/DY Evakuas...
Ekonomi
Uni Emirat Arab Jajaki Pelu...

Menanti Sinyal The Fed, 4 Agustus 2026

59 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Menanti Sinyal The Fed, 4 A...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.