Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Utang Whoosh Masuk Kemenkeu, Skema Pembayaran Masih Jadi Teka-teki

1 Jumat, 28 Agu 2026, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Utang Whoosh Masuk Kemenkeu, Skema Pembayaran Masih Jadi Teka-teki Utang Whoosh Masuk Kemenkeu, Skema Pembayaran Masih Jadi Teka-teki Doc: ANTARA/ Hreeloita Dharma Shanti.
Ket. Ilustrasi-Penumpang menunggu jadwal keberangkatan kereta WHOOSH di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta.

JAKARTA – Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) kembali menjadi sorotan setelah pemerintah menyiapkan skema pengelolaan kewajiban finansial proyek tersebut.

Persoalan ini bukan sekadar soal bagaimana utang dibayar, tetapi juga menguji sejauh mana proyek strategis tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi sebanding dengan beban pembiayaannya.

Karena itu, skema penanganan utang perlu dirancang hati-hati agar penyelesaian masalah finansial Whoosh tidak berubah menjadi tekanan baru bagi keuangan negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh ke Kementerian Keuangan akan berlangsung mulai 15 September 2026, sementara skema pembayaran utang masih dikaji.

“Masih didiskusikan. Yang jelas akan diserahkan ke kami kira-kira 15 September,” kata Purbaya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (28/8).

Pengelolaan utang itu sebelumnya direncanakan akan melibatkan perusahaan Special Vehicle Mission (SMV) Kemenkeu. Purbaya sejauh ini belum mengungkapkan SMV yang akan dilibatkan.

Namun, ia membuka peluang bahwa pihaknya akan melibatkan setidaknya dua perusahaan SMV untuk mengelola utang proyek KCJB.

“Kami bisa melibatkan beberapa SMV dari Kementerian Keuangan. Tapi, belum saya umumkan karena belum tahu, masih proses diskusi. (SMV) Dua mungkin. Bisa juga kami pakai SMV yang kecil dan juga yang besar. Kami lihat nanti skema yang paling pas seperti apa,” jelas Purbaya.

Sementara itu, dalam Buku II Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, Pemerintah berencana menunjuk PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII sebagai SMV Kemenkeu untuk menjalani mandat mengelola utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Pemerintah menugaskan PT PII (Persero) untuk melakukan penjaminan bersama dengan menanggung porsi jaminan terlebih dahulu (first loss basis).

Dalam rangka pengelolaan risiko penjaminan, upaya mitigasi risiko yang dilakukan diantaranya pemantauan dan pengawasan secara berkala, pelaporan kinerja secara berkala, koordinasi intensif antara Pemerintah dan BPI Danantara dalam hal pemberian dukungan yang diperlukan untuk proyek KCJB, serta memastikan penguatan manajemen risiko di internal PT KAI (Persero).

Skema itu dinilai menjadi pelapis risiko bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan penanggungan klaim terlebih dahulu oleh PII dapat membuat tekanan ke APBN tertahan dalam jangka pendek.

Meski begitu, Pemerintah dinilai perlu melakukan uji ketahanan (stress test) dampak fiskal atas keputusan pengambilalihan 60 persen porsi saham PT KCIC. Sebab, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menjelaskan, penunjukkan SMV Kemenkeu sebagai pengelola utang KCIC di bawah pemerintah nantinya lebih berperan sebagai penyangga (buffer).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Staf PBB Tewas dalam Tahana...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.