Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerhati Ungkap “WFH” Bisa Hemat Energi di Tengah Ketidakpastian Global

📅 Senin, 16 Mar 2026, 15:05 WIB | Oleh:
Pemerhati Ungkap “WFH” Bisa Hemat Energi di Tengah Ketidakpastian Global  Doc: Freepik

JAKARTA - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah mengusulkan kebijakan work from home bagi aparatur negara dapat membantu menghemat konsumsi bahan bakar nasional. Kebijakan tersebut, menurutnya, sangat relevan di tengah ketidakpastian global akibat adanya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Meski demikian, lanjut dia, pemerintah perlu mencari solusi alternatif menekan konsumsi energi. Pengurangan mobilitas pegawai dinilai bisa menjadi langkah sementara.

“Dalam situasi ketidakpastian global seperti sekarang, pemerintah perlu mencari solusi menekan konsumsi energi. Sehingga kebijakan WFH tepat untuk penghematan konsumsi bahan bakar," kata Trubus, Minggu (15/3).

Ia mengatakan, kebijakan WFH harus diterapkan secara selektif. Langkah ini agar pelayanan publik tetap berjalan optimal bagi masyarakat.

“Harus ada pemilahan jelas sektor mana bekerja dari rumah. Namun, sebagian sektor tetap wajib hadir di kantor," ujar dia.

Sektor layanan langsung dinilai tidak bisa sepenuhnya menerapkan WFH. Layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi dasar tetap harus berjalan.

Ia menekankan pemerintah perlu menjaga kualitas layanan. “Pelayanan publik prioritas utama karena berkaitan dengan kepercayaan masyarakat,” kata Trubus.

Ia menilai sistem birokrasi digital sebenarnya mulai berkembang. Layanan administrasi berbasis elektronik semakin banyak digunakan.

Namun tantangan masih muncul pada kesiapan sumber daya manusia. Infrastruktur digital di sejumlah daerah juga dinilai belum merata.

Ketimpangan jaringan internet berpotensi menghambat pelayanan publik. Karena itu pemerintah perlu memetakan risiko sebelum menerapkan kebijakan.

Trubus mengatakan, mekanisme pengawasan perlu disiapkan pemerintah. Transparansi kebijakan juga penting agar masyarakat memahami perubahan sistem pelayanan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

47 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.