Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Telur Bergejolak, Satgas Saber Pangan Jabar Turun Tangan Kendalikan Harga

📅 Minggu, 15 Mar 2026, 15:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga Telur Bergejolak, Satgas Saber Pangan Jabar Turun Tangan Kendalikan Harga Doc: istimewa
Ket. Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Barat mendapati harga telur ayam mulai berfluktuasi karena sedikit melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen. Ini ditemukan pada pedagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat saat pelaksanaan inspeksi pada Sabtu (14/3)

JAKARTA— Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Jawa Barat mendapati harga telur ayam mulai berfluktuasi karena sedikit melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen. Ini ditemukan pada pedagang di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat saat pelaksanaan inspeksi pada Sabtu (14/3).

Tak menunggu lama, Satgas Saber Pangan Jabar gerak cepat melakukan penelusuran rantai pasok telur ayam di sekitar Kota Bandung. Hal ini menimbang pengecer di pasar rakyat mengaku menerima harga yang sudah terlanjur tinggi dari distributor, sehingga terpaksa mematok harga telur ayam di kisaran Rp 31.000 per kilogram (kg).

Dari penelaahan Satgas Saber Jabar, pasokan telur ayam bersumber dari Pasar Induk Caringin dan distributor telur ayam di sekitar Pasar Cikutra. Hasil investigasi menunjukkan para distributor yang ditemui mengaku telah menerima harga dari produsen yang mulai berfluktuasi dalam tiga hari terakhir.

"Hari ini kami bersama Satgas Saber Jawa Barat melakukan penelusuran telur ayam karena harga di pasar mulai melewati HAP. Tentunya sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional Bapak Andi Amran Sulaiman, jika ada anomali harga, maka harus diusut sampai ke distributor dan produsen," terang Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa.

Hasil penelusuran membuahkan hasil yang positif. Pihak produsen dan distributor berkomitmen memasang harga telur ayam yang lebih rendah sampai Idulfitri mendatang. Adapun produsen yang memasok telur ayam ke Kota Bandung berasal dari Blitar, Jawa Timur.

"Tadi kami sudah melakukan komunikasi langsung dengan teman-teman peternak Blitar. Bersama Direskrimsus Polda Jabar Bapak Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono, telah disepakati harga produsen untuk diturunkan, sehingga harga grosir telur ayam bisa sekitar Rp 27.500 per kilogram. Jadi harga di pengecer masih bisa di Rp 30.000 per kilogram," papar Ketut.

Untuk diketahui, Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen untuk telur ayam ras ditetapkan maksimal Rp 26.500 per kg. Sementara, Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen maksimal Rp 30.000 per kg. Beleid yang mengatur ini ada di Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024.

Komoditas telur ayam ras sendiri menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat memiliki inflasi 5,79 persen di Februari 2026 dilihat secara tahunan (year-on-year). Sementara, andil telur ayam ras terhadap inflasi umum secara tahunan berada di level 0,06 persen.

Kendati demikian, telur ayam ras punya andil positif pula terhadap eskalasi Nilai Tukar Petani Subsektor Peternakan yang meningkat di Februari 2026 menjadi berada di level 103,62. Indeks harga yang diterima petani unggas pun melejit ke 133,63 di Februari 2026. Ini menjadi pencapaian indeks tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Di sisi lain, dalam rilis BPS, rerata harga telur ayam ras di tingkat konsumen secara nasional sampai minggu pertama Maret 2026 tercatat masih melampaui HAP. Catatan BPS menunjukkan hanya 53 kabupaten/kota yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ras di pekan pertama Maret ini.

Terpisah, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian mengatakan Indonesia telah surplus untuk komoditas telur ayam. Pasokan melimpah dari produksi dalam negeri, bahkan Indonesia bisa ekspor. Dengan kondisi tersebut, Amran meminta tidak ada kenaikan harga yang membuat masyarakat resah selama Ramadan dan Idulfitri ini.

"Kita telur ayam sudah surplus, bahkan ekspor. Jadi aku minta tidak ada alasan harga naik di masyarakat. Kalau sampai ada kenaikan, aku minta Satgas Saber telusuri sampai distributor dan produsennya. Tidak boleh ada yang membuat anomali harga pangan," kata Amran.

Terkait surplus telur ayam ras secara nasional turut didukung pula oleh Bapanas melalui Proyeksi Neraca Pangan. Produksi telur ayam ras dalam negeri selama setahun yang berkisar di 7,32 juta ton diestimasikan mampu menopang kebutuhan konsumsi nasional yang berada di angka 6,47 juta ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Daerah
CFD Jadi Mesin Penggerak Ek...
Nasional
HUT ke-81 RI di Monas Penuh...
Daerah
Sepertiga Warga RT Harus Me...

Kapal Pesiar Swasta Dipakai Kemhan Gratis, Begini Faktanya

38 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Nasional
Kapal Pesiar Swasta Dipakai...
Daerah
Korban Gempa M7,7 NTT Capai...

Akses Wisata Ke Bromo akan Dibuka Jika Benar-benar Aman

39 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Akses Wisata Ke Bromo akan ...
Myanmar akan Pulangkan 300.000 Pengungsi Rohingya ke Rakhine Setelah Kondisi Keamanan Membaik

Myanmar akan Pulangkan 300.000 Pengungsi Rohingya ke Rakhine Setelah Kondisi Keamanan Membaik

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.