Kemenkes Buka Layanan Vaksin Campak Gratis di Bandara dan Pelabuhan Selama Mudik Lebaran
📅 Minggu, 08 Mar 2026, 15:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Kemenkes
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kesiapan membuka layanan pemberian vaksin campak atau vaksin MR (Measles Rubella) di sejumlah posko mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi peningkatan penyebaran campak di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan pemerintah akan memprioritaskan perlindungan terhadap kelompok rentan. Kelompok tersebut terutama anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap.
Menurut Andi, layanan vaksinasi tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik transportasi utama yang memiliki intensitas kunjungan tinggi. Lokasi tersebut meliputi pelabuhan, bandara, dan sejumlah titik pelayanan kesehatan di jalur mudik.
"Kami sudah merencanakan akan dibuka layanan vaksinasi di pos pelayanan mudik, terutama menyasar pelabuhan dan bandara," ujar Andi dalam konferensi pers daring, Jumat (6/3).
Ia menjelaskan Kemenkes juga telah menginstruksikan Balai Karantina Kesehatan (BKK) di berbagai daerah untuk menyiapkan teknis pelaksanaan di lapangan. Koordinasi dilakukan agar layanan vaksinasi dapat berjalan optimal selama periode mudik Lebaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Kemenkes memastikan ketersediaan stok vaksin MR telah didistribusikan ke tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Dengan demikian, koordinasi dengan dinas kesehatan daerah diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan program vaksinasi tersebut.
Andi menambahkan kebijakan ini juga didasarkan pada hasil pemantauan tren kasus campak dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan pengamatan selama lima tahun terakhir, terdapat pola peningkatan kasus yang berkaitan dengan aktivitas berkumpulnya masyarakat dalam jumlah besar.
"Kasus cenderung mulai meningkat pada awal tahun, kemudian menurun, dan akan naik lagi pada sekitar bulan Agustus hingga November," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai momentum Lebaran yang diikuti mobilitas masyarakat secara besar-besaran dapat meningkatkan risiko penularan virus di ruang publik. Oleh karena itu, langkah pencegahan melalui imunisasi dinilai penting untuk menekan potensi penyebaran penyakit.
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala yang mengarah pada campak. Gejala tersebut antara lain demam tinggi yang disertai ruam kemerahan pada kulit.
Berikut langkah yang disarankan apabila mengalami gejala campak:
1. Hindari kontak dengan orang sehat.
Langkah ini penting untuk mencegah penularan virus kepada orang lain di sekitar.
2. Lakukan isolasi mandiri di rumah.
Isolasi sementara dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit kepada anggota keluarga atau masyarakat.
3. Segera kunjungi fasilitas kesehatan atau posko mudik terdekat.
Pemeriksaan medis diperlukan agar pasien mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!