Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Smartwatch' Bukan Hanya Gaya & Tren, Kini Bergeser pada Kesehatan dan Olahraga

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 07:23 WIB | Oleh:
'Smartwatch' Bukan Hanya Gaya & Tren, Kini Bergeser pada Kesehatan dan Olahraga Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Ilustrasi - Smartwatch.

JAKARTA - Jam tangan pintar atau smartwatch kini tak lagi sekadar aksesori pelengkap gaya. Di berbagai sudut kota, dari gerbong kereta komuter hingga kedai kopi, pergelangan tangan masyarakat modern kini dihiasi oleh layar digital yang terus menyala. Tren ini bukan sekadar fenomena lokal, melainkan cerminan dari pergeseran gaya hidup global yang kian melek kesehatan dan kepraktisan.

Secara global, pasar smartwatch terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan Counterpoint Research pada kuartal pertama 2026, pengiriman smartwatch di seluruh dunia tumbuh sebesar 4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh adopsi terhadap perangkat premium yang memiliki kemampuan pelacakan kesehatan tingkat lanjut, dengan Apple masih memimpin menguasai pangsa pasar sebesar 23 persen, disusul oleh Huawei dengan 17 persen, melalui inovasi ekosistem dan varian produk.

Ketat

Sejalan dengan tren global, pasar smartwatch di Indonesia juga terus bertumbuh seiring meningkatnya minat konsumen terhadap perangkat untuk memantau kesehatan, olahraga, dan aktivitas harian. Namun, dinamika pasar di Tanah Air memiliki keunikannya tersendiri, terutama pada segmen harga menengah.

Berdasarkan data yang dirilis platform riset pasar dan penyedia data analitik e-commerce Markethac pada Maret, meskipun total gross merchandise value (GMV) pasar smartwatch mencapai sekitar Rp1,26 triliun, segmen harga Rp2-3 juta yang berkontribusi 14,43 persen menjadi arena kompetisi yang sangat ketat dengan pola winner-takes-most. Di rentang harga ini, pasar didominasi oleh dua raksasa, yaitu Huawei dan Garmin.

Huawei memimpin dengan pangsa pasar sebesar 44,77 persen dan angka penjualan mencapai 32.400 unit, membuktikan keberhasilannya membangun persepsi nilai premium di harga yang rasional bagi konsumen. Sementara itu, Garmin menempel ketat di posisi kedua dengan pangsa pasar 38,8 persen serta angka penjualan mencapai 26.800 unit, mengukuhkan posisinya di segmen pengguna dengan kebutuhan spesifik seperti olahraga dan aktivitas outdoor.

Jika digabungkan, Huawei dan Garmin menguasai lebih dari 80 persen pangsa pasar GMV di segmen Rp2-3 juta, sementara merek lain seperti Xiaomi, Samsung, hingga Apple berebut sisa porsi pasar yang masing-masing berada di bawah 6 persen.

Kesehatannya

Di Indonesia, alasan fungsional menjadi pendorong utama peralihan dari jam tangan konvensional ke smartwatch. Annisa Ayu (35), seorang penerjemah yang berdomisili di Bekasi, Provinsi Jawa Barat, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran jam tangan pintarnya.

"Saya memilih menggunakan smartwatch karena dapat membantu memantau jumlah langkah kaki dan aktivitas harian," tuturnya saat ditemui Xinhua di Jakarta pada Selasa (11/8).

Bagi Nisa, yang rutin menggunakan transportasi umum, kepraktisan adalah kunci. Dia sangat mengandalkan fitur media controller karena memudahkannya mengatur musik tanpa harus repot mengeluarkan ponsel saat berada di tempat ramai, serta membantunya agar tetap bisa melihat notifikasi dari WhatsApp maupun LINE dengan cepat. Mengingat kepraktisan ini, Nisa konsisten memakai perangkat tersebut setiap kali beraktivitas di luar rumah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rai (31), seorang karyawan swasta di Jakarta Selatan. Dia menuturkan bahwa faktor penentu yang membuatnya beralih adalah daya baterai smartwatch yang dapat diisi ulang, konektivitas yang mulus dengan ponsel pintar, serta layar yang mudah dilihat meski berada di tempat gelap.

"Memiliki manajemen kesehatan seperti kualitas tidur, GPS, dan notifikasi yang terhubung ke smartphone sangat berguna," ujarnya kepada Xinhua melalui pesan WhatsApp pada Selasa.

Dalam memilih produk, Rai sangat mempertimbangkan kombinasi antara harga, kelengkapan fitur, model, serta daya tahan baterai. Baginya, fitur alarm, pengingat aktivitas, dan target langkah harian telah menjadi bagian krusial dalam menunjang rutinitasnya selama sekitar delapan jam pemakaian per hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Teror Rakun 'Jahil' Bikin Warga Jepang Resah

20 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Teror Rakun 'Jahil' Bikin W...
Daerah
Preman Pelaku Pungli di Jal...

Final Ganda Putra Bulu Tangkis, Leo/Daniel Memaksa Set Ketiga

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Final Ganda Putra Bulu Tang...
Advertisement
Final Bertarung  Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

Final Bertarung Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.