Gerakan Pangan Murah Digelar di Kebumen untuk Stabilkan Harga Jelang Idul Fitri
📅 Minggu, 08 Mar 2026, 06:45 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat stabilitas di Kebumen melalui pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Menurutnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan bahan pangan masyarakat biasanya meningkat yang umumnya diikuti kenaikan harga. Sehingga untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga tetap terkendali, pemerintah melalui Bapanas berkolaborasi dengan berbagai pihak menggelar GPM di berbagai daerah.
Kegiatan GPM digelar bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kebumen serta Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996.
Maino menegaskan pengendalian pasokan dan harga pangan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, pelaku usaha, hingga produsen pangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tadi Pak Gubernur Jawa Tengah juga menyampaikan Jawa Tengah tidak bisa sendiri, perlu dukungan dari seluruh kabupaten/kota, apalagi di tingkat nasional, perlu dukungan semua stakeholder terkait,” tambah Maino.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk menjaga pasokan dan harga pangan tetap stabil, terutama pada momentum hari besar keagamaan nasional seperti Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya memicu peningkatan permintaan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha pangan, BUMN, BUMD, hingga petani serta peternak dalam menjaga ketersediaan pangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bapanas terus menggencarkan program GPM di berbagai daerah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan.
Hingga 5 Maret 2026, kegiatan GPM tercatat telah dilaksanakan sebanyak 2.644 kali di seluruh Indonesia, terdiri dari 20 kali oleh pemerintah pusat, 263 kali di 33 provinsi, 2.148 kali di 312 kabupaten/kota, serta 213 kali oleh masyarakat dan pihak swasta.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memantau pelaksanaan GPM secara virtual di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah serta mengapresiasi program tersebut sebagai langkah menjaga keterjangkauan harga dan menekan inflasi.
“Ini menjadi model bagi kita semua agar keterjangkauan harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat kita,” ujar Ahmad Luthfi.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir memberikan rasa tenang bagi masyarakat melalui ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau.
Ia memastikan stok kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idul Fitri dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (3)
05 Apr 2026, 21:36 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:36 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:36 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!