Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sisa 10 Hari! DJP Kejar 2,5 Juta SPT Lagi, Cek Cara Lapor 'Nihil' Paling Cepat di Sini

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 02:15 WIB | Oleh:
Sisa 10 Hari! DJP Kejar 2,5 Juta SPT Lagi, Cek Cara Lapor 'Nihil' Paling Cepat di Sini Doc: ANTARA/Imamatul Silfia
Ket. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto (tengah) memberikan pemaparan dalam taklimat media di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Kamis (5/3).

JAKARTA - Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto optimistis pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) tahun pajak 2025 bakal mencapai 8,5 juta hingga akhir 31 Maret 2026.

Hingga 5 Maret 2026, pukul 08.00 WIB, jumlah wajib pajak yang telah menyampaikan kewajiban perpajakan telah mencapai 6 juta SPT.

Bimo dalam taklimat media di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Kamis, menjelaskan rata-rata pelaporan SPT berkisar 250 ribu wajib pajak per hari, dengan puncak tren pelaporan mencapai 370 ribu SPT dalam sehari.

Bila mengambil data rata-rata, dengan asumsi sisa waktu 10 hari kerja pada Maret 2026, Bimo memperkirakan akan ada penambahan 2,5 juta SPT.

“Jadi, dari 6 juta SPT yang sekarang, akan bertambah jadi 8,5 juta,” katanya.

Untuk memenuhi target itu, ia mengatakan DJP tidak hanya bersikap pasif dan menunggu wajib pajak menyampaikan SPT Tahunan secara sukarela.

DJP secara aktif berupaya menjangkau wajib pajak, termasuk membuka kantor layanan pada hari kerja maupun akhir pekan.

“Kami tidak hanya mengharapkan wajib pajak untuk menyampaikan secara sukarela. Kami juga menjemput bola,” ujar dia.

Selain itu, DJP juga menambah kanal layanan untuk menyebar distribusi pelaporan oleh wajib pajak, sehingga proses laporan perpajakan menjadi lebih lancar.

Salah satunya yaitu melalui Coretax Form yang dapat digunakan untuk pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak penghasilan (PPh) bagi wajib pajak orang pribadi dengan status nihil.

Layanan tersebut telah bisa diakses sejak 25 Februari 2026. Melalui fasilitas itu, wajib pajak dapat mengundur formulir elektronik dari sistem Coretax DJP, mengisinya secara luring, dan mengunggah kembali formulir tersebut melalui sistem Coretax.

Kemudian, DJP juga berencana merilis Coretax Mobile (M-Pajak) yang memungkinkan wajib pajak melakukan aktivasi akun Coretax DJP serta registrasi Kode Otorisasi atau Sertifikat Elektronik dengan lebih praktis melalui telepon seluler.

Ia menjelaskan aplikasi tersebut memungkinkan wajib pajak mengisi laporan perpajakan secara luring (offline), sebelum diintegrasikan ke sistem daring (online).

Coretax Mobile ditargetkan bakal dirilis dalam dua pekan ke depan. “Mudah-mudahan, dengan langkah ini, kami bisa sekaligus memuluskan beban sistem dari hari ke hari,” kata Bimo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.