Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selat Hormuz Lumpuh: 700 Kapal Tanker Terjebak, Pasokan Energi Dunia Terancam

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 16:37 WIB | Oleh:
Selat Hormuz Lumpuh: 700 Kapal Tanker Terjebak, Pasokan Energi Dunia Terancam Doc: AFP

ISTANBUL - Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz menurun tajam seiring meningkatnya risiko keamanan yang membuat aktivitas pelayaran nyaris terhenti, dengan lebih dari 700 kapal berkumpul di kedua sisi jalur strategis tersebut.

Terletak di mulut Teluk Persia, Selat Hormuz menghubungkan produksi minyak dan gas alam cair kawasan Timur Tengah ke pasar global melalui Teluk Oman dan Samudra Hindia. Sekitar 20 persen konsumsi minyak harian dunia, atau sekitar 20 juta barel, melintasi koridor strategis ini.

Menyusul serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan, operator kapal menghentikan penyeberangan di tengah melonjaknya biaya asuransi.

Berdasarkan analisis perusahaan data seketika, Kpler, sebanyak 21 juta barel minyak diangkut oleh 15 kapal tanker pada 27 Februari, meningkat menjadi 21,6 juta barel oleh 18 kapal pada Sabtu. Namun, pada 1 Maret hanya tiga kapal tanker yang membawa 2,8 juta barel melintasi selat tersebut.

Dengan rata-rata aliran harian sepanjang tahun ini mencapai 19,8 juta barel, pengiriman pada 1 Maret mencatat penurunan 86 persen dibandingkan rata-rata tahun 2026.

Penurunan tajam itu menunjukkan bahwa kargo sempat dipercepat pengirimannya sebelum risiko meningkat, kemudian diikuti hampir terhentinya penyeberangan ketika situasi memburuk.

Hingga hari ini, 706 kapal tanker non-Iran tercatat menunggu di kedua sisi selat. Dari jumlah tersebut, 334 kapal tanker minyak mentah, 109 kapal pengangkut produk minyak kotor, dan 263 kapal pengangkut produk minyak bersih berada di berbagai titik di Teluk Persia di sebelah barat selat, Teluk Oman di sebelah timur, serta Laut Arab.

Meski aktivitas pemuatan minyak mentah di dalam Teluk masih berlangsung, berkurangnya keberangkatan ke arah timur melalui selat dan waktu tunggu yang lebih lama untuk melewati titik sempit tersebut diperkirakan akan menunda kedatangan kargo serta mendorong kenaikan biaya angkut.

Perlambatan arus keluar ke arah timur, ditambah antrean panjang kapal yang hendak melintasi jalur tersebut, berpotensi semakin mengganggu rantai pasok dan meningkatkan biaya transportasi.

Setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir pekan, muncul laporan yang menyebutkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengirim pesan kepada kapal-kapal yang hendak menggunakan Selat Hormuz dengan menyatakan bahwa tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas.

Meski terdapat klaim bahwa peringatan tersebut disiarkan kepada awak kapal yang beroperasi di Teluk Persia melalui frekuensi panggilan dan darurat internasional VHF Channel 16, belum ada pernyataan resmi yang memastikan penutupan formal selat tersebut.

Media Iran, bagaimanapun, mengeklaim bahwa Selat Hormuz secara efektif telah ditutup.

Sejumlah kapal kontainer terlihat berbalik arah untuk menghindari perairan tersebut, sementara beberapa perusahaan pelayaran kontainer terkemuka dunia menghentikan pelayaran melalui selat akibat meningkatnya risiko keamanan.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO) dalam pernyataannya, Minggu (1/3) menyatakan bahwa tingkat keamanan maritim di Selat Hormuz telah dinaikkan ke level kritis, kategori risiko tertinggi, setelah dipastikan adanya beberapa serangan terhadap kapal komersial pada akhir pekan di Teluk Oman, dekat Musandam, serta di perairan pesisir Uni Emirat Arab (UEA). Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

38 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

44 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.