Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelepasan 25 Tukik Penyu Hijau demi Menjaga Ekosistem Laut Wakatobi

📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 23:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelepasan 25 Tukik Penyu Hijau demi Menjaga Ekosistem Laut Wakatobi Doc: Antara
Ket. BTNW saat melepasliarkan tukik di Perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Kendari - Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW) melepasliarkan sebanyak 25 ekor anak penyu (tukik) jenis penyu hijau (Chelonia mydas) di perairan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), guna mendukung kelestarian ekosistem laut di kawasan tersebut.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Wangi-Wangi BTNW La Fasa mengatakan pelepasliaran puluhan tukik tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan dan pengamanan habitat penyu yang telah dijalankan sejak 2011 melalui fasilitas penetasan semi alami di Pulau Tomia.

"Sore hari ini penyu yang kita lepas ada sekitar 25 ekor, jenisnya adalah penyu hijau atau Chelonia mydas," kata La Fasa.

Ia menjelaskan dari tujuh jenis penyu di dunia, enam di antaranya berada di Indonesia. Di kawasan Taman Nasional Wakatobi terdapat dua jenis yang dilindungi, yakni penyu hijau dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

Menurut dia, keberadaan penyu hijau tergolong cukup terancam di kawasan tersebut karena sebagian masyarakat masih menjadikannya sebagai sumber konsumsi atau santapan pengganti daging.

Padahal, keberadaan satwa purba tersebut menjadi kunci keberlanjutan dan indikator utama kesehatan ekosistem terumbu karang, padang lamun, hingga pesisir pantai.

"Salah satu indikator kalau perairan kita sehat adalah adanya keberadaan satwa penyu ini. Penyu sangat berfungsi di hampir semua ekosistem," ujarnya.

Ia menambahkan, sejak program penetasan semi alami dimulai sekitar 15 tahun lalu di Pulau Tomia, BTNW secara kumulatif telah menangkarkan telur dari pulau-pulau terluar seperti Pulau Anano, Pulau Runduma, Tubuh-Tubuh, dan Moromaho hingga berhasil menetaskan sekitar 6.800 ekor tukik.

Pelepasliaran tukik secara berkala dilakukan di berbagai wilayah perairan kepulauan mulai dari Binongko, Kaledupa, Tomia, hingga Pateda Mbulia.

Dalam kesempatan itu, pihak BTNW menyampaikan apresiasi atas sinergi bersama Polres Wakatobi dalam edukasi serta penegakan hukum terhadap pelanggaran konservasi, serta dukungan Pemkab Wakatobi yang memberi ruang sosialisasi pada ajang Festival Wakatobi Wave.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.