Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uni Eropa Ambyar Tambah Biaya 100 Miliar Euro demi Impor BBM

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 15:53 WIB | Oleh:
Uni Eropa Ambyar Tambah Biaya 100 Miliar Euro demi Impor BBM Doc: AFP/Fabrice COFFRINI

LONDON - Komisaris Energi Uni Eropa Dan Jorgensen mengungkapkan Uni Eropa telah mengeluarkan biaya tambahan sebesar 100 miliar euro untuk mengimpor bahan bakar fosil yang sama sejak dimulainya perang Amerika Serikat (AS)-Iran.

Hal itu disampaikan Jorgensen dalam pertemuan para menteri energi Uni Eropa di Dublin, Irlandia, Rabu (30/9).

Menurut harian Financial Times, Jorgensen menuturkan kepada para jurnalis bahwa UE tidak menerima "satu molekul gas atau minyak tambahan pun," meski telah membayar jauh lebih mahal.

Seraya menyatakan bahwa kenaikan harga energi global telah merugikan industri dan konsumen Eropa, Jorgensen menuturkan, "Kami sedang memasuki musim dingin yang saat ini tampak begitu menantang, sehingga kami ingin menyingkirkan segala ketidakpastian yang dapat dihilangkan."

Pernyataan Jorgensen disampaikan usai Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan larangan ekspor diesel pada pekan lalu, sehingga mendorong kenaikan harga produk minyak olahan yang sebelumnya sudah tinggi.

Kendati demikian, Menteri Energi AS Chris Wright kemudian menyatakan sikap skeptis terkait manfaat dari larangan ekspor diesel secara menyeluruh, dan Jorgensen mengatakan dirinya menyambut baik hal tersebut.

Sementara itu, Menteri Energi Irlandia Darragh O'Brien menuturkan bahwa dirinya telah berbicara dengan sejumlah pejabat pemerintah AS dalam berbagai pertemuan di Sidang Majelis Umum PBB pekan lalu, dan menyebut larangan ekspor diesel selama 90 hari kemungkinan tidak akan diberlakukan.

Negara-negara anggota UE saat ini sedang membahas berbagai langkah untuk bersiap menghadapi musim dingin di tengah tingginya harga energi.

Jorgensen mendesak negara-negara anggota untuk mempertimbangkan upaya menekan permintaan, terus mengisi fasilitas penyimpanan gas hingga mencapai sedikitnya 80 persen dari total kapasitas, serta menerapkan langkah-langkah yang "ditargetkan dan sementara" guna mengatasi tingginya harga. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.