PM Nepal Desak Warga Gunakan Hak Suara dalam Pemilu
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 02:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/PRABIN RANABHAT
KATHMANDU - Perdana Menteri sementara Nepal pada Senin (2/3) mendesak para pemilik hak suara untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum pertama pasca-protes pekan ini guna menjaga stabilitas setelah kerusuhan antikorupsi yang menewaskan banyak orang menggulingkan pemerintah.
Republik di Himalaya ini akan menggelar pemilu untuk memilih anggota parlemen baru pada Kamis (5/3), menggantikan pemerintahan sementara yang telah memimpin negara berpenduduk 30 juta jiwa itu sejak pemberontakan September 2025 yang menewaskan sedikitnya 77 orang. "Untuk memajukan negara menuju stabilitas politik dan kemakmuran, semua pemilik hak suara harus berpartisipasi dalam pemilihan umum mendatang," kata mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki.
"Saya dengan tulus memohon kepada Anda untuk pergi ke tempat pemungutan suara dan memberikan suara pada Kamis, meskipun Anda harus meninggalkan pekerjaan. Hanya dengan partisipasi aktif Anda, demokrasi kita akan bertahan," imbuh dia.
Aksi protes di Nepal dipicu oleh larangan singkat terhadap media sosial, tetapi kemudian mendorong kemarahan atas stagnasi ekonomi dan elite yang menua yang dianggap tidak peka terhadap realitas.
Tercatat hampir 19 juta orang telah mendaftar untuk memilih, termasuk 800.000 orang yang berpartisipasi untuk pertama kalinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka akan memilih anggota untuk Dewan Perwakilan Rakyat yang beranggotakan 275 kursi dengan 165 anggota dipilih melalui pemilihan langsung dan 110 anggota melalui perwakilan proporsional. SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!