Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BPS: Jelang Lebaran 2026 Harga Telur di Sejumlah Daerah Naik

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 12:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BPS: Jelang Lebaran 2026 Harga Telur di Sejumlah Daerah Naik Doc: ANTARA
Ket. Komoditas telur yang dijual pedagang di Pasar Johar, Jakarta. 

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga telur ayam ras secara nasional mulai mengalami penurunan, namun di sejumlah daerah menunjukkan tren kenaikan yang perlu diwaspadai menjelang Lebaran 2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan rata-rata nasional harga telur ayam ras turun 0,85 persen menjadi Rp32.006 per kilogram pada minggu keempat Februari 2026. Namun demikian, angka tersebut masih berada di atas batas Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang sebesar Rp30.000 per kilogram.

"Saat ini yang perlu menjadi perhatian adalah semakin bertambah jumlah Kabupaten Kota yang mengalami kenaikan IPH telur ayam ras," ujar Amalia dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (03/3).

Amalia menyebut beberapa daerah yang mencatat harga cukup tinggi adalah Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan Rp68.000 per kilogram; Kabupaten Sarmi, Papua Rp51.000 per kilogram; Kabupaten Seram bagian Timur, Maluku Rp39.500 per kilogram; serta Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Rp37.972 per kilogram.

Kondisi serupa juga terjadi di Bekasi, di mana harga telur tercatat Rp31.278 per kilogram atau naik 4,87 persen, dan sudah 4,26 persen di atas batas HAP.

"Beberapa Kabupaten Kota perlu mendapatkan perhatian untuk meningkatkan suplai telur ayam ras di kabupaten/kota masing-masing supaya nanti menjelang Lebaran bisa lebih terkendali," kata Amalia.

Di sisi lain, BPS mencatat harga minyak goreng relatif stabil, bahkan cenderung menurun pada minggu keempat Februari 2026, terutama untuk minyak goreng kemasan rakyat atau Minyakita.

Namun demikian, Amalia mengatakan masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang perlu mendapat perhatian karena lokasinya yang relatif jauh.

Secara nasional, rata-rata harga Minyakita tercatat sebesar Rp16.717 per liter. Harga ini turun 3,63 persen dibandingkan dengan Januari yang mencapai Rp17.346 per liter.

Beberapa daerah yang harganya mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) adalah Jakarta Timur Rp15.988 per liter, Sumenep Rp15.881 per liter, Kabupaten Sidoarjo Rp15.803 per liter, Kabupaten Rembang Rp15.785 per liter, Kabupaten Purbalingga Rp15.783 per liter, Kabupaten Tuban Rp15.772 per liter, dan Kabupaten Bekasi Rp15.764 per liter.

Lebih lanjut, BPS juga melaporkan bahwa Kota Batam tercatat mengalami kenaikan harga minyak goreng sebesar 2,73 persen.

Selain itu, daerah seperti Kabupaten Deiyai, Kubu Raya, dan Banggai Laut juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu mendapat perhatian terkait pergerakan harga bahan pokok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korea Utara Kembali Luncurk...
Daerah
Disdag Mataram: Pekan Ini P...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.