IHSG Hari Ini Ambruk ke 7.939,77! Konflik Timur Tengah Bikin Investor Ciut
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adha
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level 7.939,77 seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu aksi ambil untung dan pergeseran aset ke instrumen safe haven.
Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, serta potensi meluasnya dampak ke kawasan sekitar, meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi global.
Tekanan terutama datang dari sektor-sektor yang sensitif terhadap arus modal asing dan fluktuasi harga komoditas. Kenaikan harga minyak akibat risiko gangguan pasokan turut menambah beban sentimen, mengingat implikasinya terhadap inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.
Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan volatil, sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan respons kebijakan global terhadap dinamika konflik tersebut.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/2) sore, ditutup melemah 77,06 poin atau 0,96 persen ke posisi 7.939,77 seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah (Timteng).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,89 poin atau 0,85 persen ke posisi 805,59.
“Kekhawatiran akan dampak perang yang berkepanjangan menjadi sentimen negatif,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Rarna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari sisi geopolitik, perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berkembang cepat memasuki hari keempat. Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, diserang oleh Iran pada Selasa (3/3).
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa perang tersebut dapat berlangsung lebih lama dari empat pekan, yang diperkirakan oleh Trump sebelumnya.
Perang dikhawatirkan akan meluas karena Israel mengatakan bahwa secara bersamaan menargetkan Iran dan Lebanon, setelah kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran menyerang Tel Aviv dengan rudal dan drone.
Selain itu, penutupan Selat Hormuz oleh Iran menimbulkan gejolak di pasar energi global, dengan negara-negara di Asia diperkirakan akan menghadapi dampak paling besar.
Selat tersebut berfungsi sebagai jalur perdagangan minyak global, di mana sekitar 13 juta bpd melewati selat tersebut pada tahun 2025, atau mewakili sekitar 31 persen dari seluruh aliran minyak mentah melalui laut.
"Penutupan selat tersebut secara berkepanjangan diperkirakan akan menimbulkan kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut, yang dapat mendorong kenaikan inflasi," ujar Ratna.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!