Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Tertekan Usai Keputusan MSCI, Investor Mulai Waswas

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 19:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Tertekan Usai Keputusan MSCI, Investor Mulai Waswas Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah setelah investor merespons hasil tinjauan MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks global.

Tekanan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi perubahan arus dana asing dan penyesuaian portofolio institusi menjelang efektivitas rebalancing pada akhir Agustus, sehingga sentimen eksternal kembali menjadi beban bagi pasar domestik.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/8) sore, ditutup melemah 72,08 poin atau 1,13 persen ke posisi 6.301,77 seiring pelaku pasar merespons hasil tinjauan indeks MSCI Inc. periode Agustus 2026.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,68 poin atau 1,05 persen ke posisi 627,16.

"Pelemahan indeks antara lain disebabkan oleh dikeluarkannya beberapa saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027, serta aksi profit taking," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

MSCI (Morgan Stanley Capital International), penyedia indeks saham global, dalam tinjauan Agustus 2026 melakukan perubahan pada komposisi saham Indonesia, yaitu terdapat dua saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, yang mana salah satunya diturunkan kategorinya ke MSCI Global Small Cap Index.

Sementara satu saham dipindahkan ke kategori MSCI Global Small Cap Index, di sisi lain MSCI mengeluarkan sembilan saham Indonesia dari indeks ini.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia didominasi pelemahan setelah mengalami reli pada hari sebelumnya. Selain itu, Bank Sentral China (PBoC) berkomitmen untuk segera menerapkan dukungan kebijakan yang “praktis dan efektif”, namun tanpa memberikan sinyal pelonggaran moneter besar-besaran.

Bank sentral juga menegaskan bahwa sejarah menunjukkan pengetatan moneter yang cepat setelah periode pelonggaran besar-besaran cenderung menimbulkan guncangan yang lebih tajam terhadap pasar.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 2,93 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 2,32 persen dan 2,31 persen.

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu EKAD, BABY, AGAR, YPAS, dan PBSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni DART, BIPP, TRUK, SHID dan STAR.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.905.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,78 miliar lembar saham senilai Rp1,90 triliun. Sebanyak 186 saham naik, 474 saham menurun dan 303 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1,24 persen ke 68.362,00, indeks Shanghai melemah 0,50 persen ke 3.926,96, indeks Hang Seng melemah 0,17 persen ke 25396,51, indeks Kospi menguat 3,56 persen ke 6.813,34, dan indeks Straits Times melemah 0,01 persen ke 5.720,05.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.