Kepala Sekolah di Lombok Timur Diminta Kawal Program MBG
📅 Senin, 02 Mar 2026, 16:47 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Haerul Warisin meminta para kepala sekolah untuk ikut mengawal dan mengamankan jalannya program pemerintah pusat yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak didik.
"Program ini harus di terima dengan baik, sehingga para kepala sekolah harus tetap ikut mengamankan dan mengawal program Presiden Prabowo Subianto," kata Haerul Warisin dalam sambutannya usai pelantikan 143 kepala sekolah di pendopo bupati di Lombok Timur, Senin (2/3).
Ia mengatakan, program MBG tersebut merupakan sebuah keuntungan besar bagi daerah, khususnya dalam membantu pemenuhan gizi para siswa, program ini tidak dikaitkan dengan sentimen pribadi terhadap kepemimpinan nasional.
"Untung ada program ini. Bukan gara-gara tidak suka dengan Presiden, jangan tidak suka juga programnya. Dukung program ini, untuk anak didik. Karena kami sendiri tidak mampu melakukan itu (menyediakan makanan bergizi secara massal) sendirian," katanya.
Bupati juga menyoroti bahwa menjadi kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan tugas sebagai manajer yang harus menguasai pengelolaan keuangan dan SDM dengan hati.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Menjadi manajer itu tidak mudah. Tapi jika ada rasa keikhlasan bahwa ini adalah amanah untuk pendidikan, insyaallah akan menjadi berkah. Jangan sombong, kelola sekolah dan murid dengan baik agar melahirkan generasi yang prospektif," katanya.
Ia juga memberikan perumpamaan unik mengenai inflasi, seperti fluktuasi harga cabai, sebagai pengingat agar para kepala sekolah memiliki kepekaan terhadap kondisi ekonomi dan lingkungan sekitar.
"Para kepala sekolah dan para guru ikut menekan inflasi dengan cara menanam cabai di pekarangan rumah masing masing, termasuk memanfaatkan lahan sekolah untuk menanam cabai," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak itu saja, bupati mengingatkan para kepala sekolah untuk mengamankan aset bangunan sekolah yang merupakan aset negara, seperti rumah guru.
"Rumah guru hendaknya di rawat dengan baik," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!