Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko Airlangga Usulkan Target Kredit UMKM Naik Jadi Rp2.000 Triliun

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 15:20 WIB | Oleh:
Menko Airlangga Usulkan Target Kredit UMKM Naik Jadi Rp2.000 Triliun Doc: antara foto
Ket. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kegiatan UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8).

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan agar target penyaluran kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik menjadi Rp2.000 triliun dari posisi saat ini yang berkisar Rp1.500 triliun.

“Ini tambahan pekerjaan rumah untuk Pak (Menteri UMKM) Maman, kalau bisa ini naik menjadi Rp2.000 triliun,” kata Airlangga dalam kegiatan UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8).

Pada Juni 2026, kredit UMKM tercatat sebesar Rp1.519,1 triliun atau tumbuh 1,05 persen (year-on-year/yoy), membaik dibandingkan Mei 2026 sebesar 0,60 persen (yoy).

Di sisi lain, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat dari 92,74 persen pada 2025 menjadi 93,61 persen pada 2026.

Sementara itu, indeks literasi keuangan nasional juga meningkat menjadi 69,57 persen.

“Jadi mereka sudah literate, sudah inklusif, punya rekening. Tapi kemampuan mereka untuk membaca, melakukan investasi dan lain-lain. Nah itu yang dikejar untuk berikutnya,” ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, peningkatan target kredit tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha yang selama ini masih berada di tengah atau belum memperoleh akses pembiayaan dalam skala yang memadai.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengisi kesenjangan pembiayaan bagi pelaku UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang dan naik kelas.

Dalam konferensi pers usai kegiatan, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan bakal mempersiapkan berbagai skenario untuk mewujudkan target yang diusulkan oleh Menko Airlangga.

“Tadi juga ada sedikit dorongan dari Pak Menko Perekonomian. Nanti coba kami siapkan beberapa skenario,” ujar Maman.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Friderica Widyasari Dewi menyatakan pihaknya menempatkan penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM sebagai program utama.

“Kita banyak dukungan untuk UMKM dan kita mengarahkan seluruh industri untuk mendukung UMKM di Indonesia. Ini sejalan dengan pesan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang sangat mendukung bagaimana sektor jasa keuangan juga mempunyai keberpihakan dan dukungan terhadap UMKM di Indonesia,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Iran Gugat Blokade Maskapai...
Megapolitan
Bekasi Intervensi Pasar unt...
Nasional
Indonesia Dorong Reformasi ...
Luar Negeri
Trump Perkirakan Perundinga...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.