Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ma’ruf Amin: Saatnya Ekonomi Syariah Dominasi Pasar Nasional

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ma’ruf Amin: Saatnya Ekonomi Syariah Dominasi Pasar Nasional Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak Atom
Ket. Arsip foto - Pegawai menghitung uang di kantor cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jakarta.

JAKARTA – Mengoptimalkan potensi ekonomi syariah menjadi langkah strategis untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan basis populasi Muslim yang besar serta meningkatnya kesadaran terhadap produk halal dan keuangan berbasis syariah, sektor ini memiliki ruang ekspansi yang signifikan, mulai dari industri halal, keuangan syariah, hingga modest fashion dan pariwisata ramah Muslim.

Penguatan ekosistem ekonomi syariah dapat mendorong diversifikasi sumber pembiayaan, memperdalam pasar keuangan domestik, serta meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Namun, optimalisasi tersebut mensyaratkan integrasi kebijakan, penguatan literasi, inovasi produk, serta dukungan infrastruktur dan regulasi yang konsisten agar potensi besar ini benar-benar berkontribusi terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.

Wakil Presiden Ke-13 Republik Indonesia Ma'ruf Amin sekaligus Ketua Penasihat Center for Sharia Economic Development Institute for Development of Economics and Finance (CSED Indef), memproyeksikan pangsa pasar industri ekonomi syariah nasional dapat mencapai 75 persen.

"Kita masih di sekitar, kalau keuangan (syariah) itu 30 persen, kalau ekonomi syariah secara keseluruhan itu baru 40 persen. Idealnya di atas 50 persen. Kira-kira (industri ekonomi syariah) harus kita capai 75 persen market share-nya, pangsa pasarnya," ujarnya di Jakarta, Selasa (24/2).

Meskipun pangsa pasar masih di bawah 50 persen, Ma'ruf Amin menilai kemajuan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia saat ini sudah signifikan.

Ia menyatakan hal tersebut terlihat dari sejumlah pencapaian, antara lain Indonesia secara konsisten selalu masuk dalam jajaran teratas Global Islamic Economy Indicator (GIEI) dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam GIEI 2025.

Nilai aset keuangan syariah nasional juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sektor industri halal secara keseluruhan pun berkembang pesat, termasuk industri makanan halal, industri fesyen Muslim, hingga pariwisata halal.

Selain itu, sistem pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia kini semakin baik dan terorganisir, sehingga berpotensi besar sebagai instrumen redistribusi ekonomi masyarakat untuk mengurangi ketimpangan.

Namun, pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional dinilai tetap perlu didorong secara optimal agar ke depannya mampu menjadi pilar utama perekonomian negeri.

"Yang kita butuhkan sekarang adalah keberanian. Keberanian berpikir, keteguhan memegang prinsip, dan konsistensi dalam perjuangan (mengembangkan ekosistem ekonomi syariah nasional)," ucap Ma’ruf Amin.

Senada, Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menilai bahwa perkembangan ekosistem ekonomi syariah nasional memiliki potensi dan prospek yang besar.

Ia mengatakan Indonesia memiliki modal utama berupa jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia serta kelas menengah yang terus tumbuh dan berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Potongan 8% kaga ada bedanya, malah makin parah ...
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Luar Negeri
Erdogan Ajak Mesir Bergabun...
Luar Negeri
Korsel Buka Jalan Damai den...

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

6 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
The Brink of War: Teror Psi...
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.