Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Setahun Pimpin Jakarta, Gubernur Akui Masalah Dasar Perkotaan Belum Tuntas

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 19:25 WIB | Oleh:
Setahun Pimpin Jakarta, Gubernur Akui Masalah Dasar Perkotaan Belum Tuntas Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. Gubernur DKI Jakarta menggelar syukuran satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur di Taman Bendera Pusaka. Momentum tersebut disebut bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi terbuka atas capaian dan kekurangan selama satu tahun memimpin Jakarta.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta menggelar syukuran satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur di Taman Bendera Pusaka. Momentum tersebut disebut bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi terbuka atas capaian dan kekurangan selama satu tahun memimpin Jakarta.

"Rekan-rekan sekalian, hari ini di Taman Bendera Pusaka, saya dan Pak Wagub, Bang Dul, mengadakan syukuran satu tahun pemerintahan di DKI Jakarta yang dipimpin oleh saya dan Bang Dul," ujar Gubernur.

Ia menegaskan acara itu sekaligus menjadi ruang kontemplasi dan menerima masukan dari masyarakat.

"Acara ini sekaligus menjadi kontemplasi karena kami juga ingin mendapatkan masukan, saran dari berbagai orang yang mendapatkan manfaat dari apa yang menjadi kebijakan kami," katanya.

Ia menambahkan bahwa capaian yang telah dilakukan disampaikan secara terbuka agar publik bisa menilai secara langsung.

Dalam evaluasinya, Gubernur mengakui persoalan mendasar Jakarta belum sepenuhnya teratasi. Kemacetan, banjir, dan polusi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dikurangi secara bertahap.

"Memang persoalan-persoalan dasar masih ada: kemacetan masih ada, banjir masih ada, kemudian persoalan polusi masih ada," ucapnya. Ia menegaskan fokus pemerintah adalah minimal mengurangi dampak persoalan tersebut dalam waktu dekat.

Untuk 2026, Pemprov DKI akan melanjutkan program normalisasi sungai secara masif. Program tersebut mencakup Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Pesanggrahan, termasuk pengerukan atau normalisasi di Jakarta Barat.

"Di tahun 2026 ini, program normalisasi sungai secara masif akan kami lanjutkan untuk Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Pesanggrahan, termasuk kemudian beberapa pengerukan atau normalisasi di Jakarta Barat," tegasnya. 

Ia berharap langkah itu dapat mempercepat pengurangan risiko genangan saat curah hujan tinggi maupun saat terjadi kiriman air dari wilayah penyangga.

Gubernur juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan sebagian besar program yang dijanjikan telah terealisasi, meskipun masih ada beberapa yang belum optimal. Ia menyebut evaluasi ini menjadi dasar untuk memperkuat kebijakan di tahun berikutnya.

"Jadi secara keseluruhan sebenarnya hampir semuanya terealisasikan tapi memang minor bangetlah," katanya.

Refleksi satu tahun tersebut, menurutnya, menjadi pijakan untuk memastikan arah pembangunan Jakarta pada 2026 lebih terukur dan fokus pada kebutuhan warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.