Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Disalib Kota Makassar

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 21:07 WIB | Oleh:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional Disalib Kota Makassar Doc: ist
Ket. usaha kecil penopang ekonomi

MAKASSAR - Ekonomi Kota Makassar tumbuh lebih cepat dari angka nasional dengan inflasi yang terjaga. Demikian Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria.

"Berdasarkan data dan di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, ekonomi Kota Makassar tumbuh lebih cepat," ujarnya di Makassar, Jumat.

Ricky Satria mengatakan, capaian ekonomi Makassar melampaui rata-rata pertumbuhan provinsi maupun nasional.

Ia menyebut di kuartal III 2025, berdasarkan data terakhir, ekonomi Makassar tumbuh 5,39 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Dia membandingkan dengan pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 5,01 persen dan Sulawesi Selatan sebesar 5,04 persen, sehingga Makassar telah melampaui keduanya.

"Artinya, Makassar tumbuh lebih tinggi dari rata-rata nasional dan provinsi. Applaus untuk kita semua," katanya.

Ricky menjelaskan, pertumbuhan ini juga lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang berkisar 5,1–5,2 persen.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tersebut bukan sekadar angka kosong. Dampak positifnya sudah mulai terlihat, antara lain penurunan tingkat kemiskinan dari 4,97 persen pada 2024 menjadi 4,43 persen di 2025.

"Tren penurunan juga terlihat pada tingkat pengangguran, dari 9,71 persen menjadi 9,6 persen di tahun yang sama," terangnya.

Menurutnya, ini adalah pertumbuhan yang mulai terasa dampaknya, walaupun baru satu tahun. Namun, yang penting, kita lihat bagaimana menjaga pertumbuhan tetap stabil.

"Dalam konteks inflasi, pertumbuhan tanpa stabilitas harga kurang ada maknanya. Tahun 2025, inflasi Makassar berada dalam rentang kendali nasional, yaitu 2,5 persen plus-minus 1 persen. Makassar berada di 1,19 persen, lebih rendah dari nasional (2,92 persen) dan provinsi (2,8 persen)," jelasnya.

Maluku Tumbuh 5,54 Persen

Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi Maluku yang mencapai 5,54 persen dalam setahun kepemimpinannya, sebagai indikator penguatan fondasi ekonomi daerah di tengah dinamika nasional dan global.

“Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Maluku kini tercatat sebesar 5,54 persen secara tahunan, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,39 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor perikanan, pertanian, perdagangan, serta belanja pemerintah dan investasi infrastruktur,” kata dia dalam syukuran setahun kepemimpinannya di Ambon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Tradisi pembuatan nasi jangkrik di Kudus

14 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan nasi jang...

Tambahan stok beras di Sumut

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Tambahan stok beras di Sumut

Ruang publik Alun-alun Kabupaten Bogor

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Ruang publik Alun-alun Kabu...
Ekonomi
Piala Dunia 2026 Dongkrak O...

Lima Kandidat Utama Juara Tunggal Putri Wimbledon 2026

39 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Lima Kandidat Utama Juara T...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.