Ekonom: Industri Game Indonesia Berpotensi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
📅 Minggu, 31 Mei 2026, 00:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Dokumentasi Kementerian Perdagangan
JAKARTA – Industri game di Indonesia berpotensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, sektor industri belum sepenuhnya mendapat perhatian dari pemerintah.
Padahal pemerintah sudah menerbitkan Perpres No.19 Tahun 2024 tentang Percepatan Industri Game.
“Perpres ini mengatur program pengembangan SDM serta penguatan regulasi kompetensi dan klasifikasi game,” kata ekonom dari lembaga kajian ekonomi dan keuangan INDEF, Andri Satrio Nugroho, Jumat (29/5).
Namun, hingga saat ini, indusri gim belum mendapat insentif fiskal maupun kebijakan pendanaan khusus. Utamanya yang secara langsung ditujukan untuk mendukung penguatan industri gim nasional.
Tantangan utama industri game, menurut Andri, masih seputar terbatasnya pendanaan untuk membiayai biaya produksi yang tinggi. Persoalan lainnya adalah rendahnya monetisasi, terbatasnya ketersediaan SDM spesialisasi bidang game, dan maraknya pembajakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pengembangan industri game berpotensi meningkatkan PDB Indonesia sebesar Rp35,07–71,04 triliun. Selain itu, dapat menciptakan 29,4–69,1 ribu tenaga kerja langsung dan 1,03 juta tenaga kerja tidak langsung,” ujar Andri.
Selain menciptakan nilai ekonomi langsung, industri game juga mendorong pertumbuhan ekosistem digital lainnya seperti e-sport, content creator, platform streaming, dan industri hiburan.
Secara global, industri e-sport diproyeksikan tumbuh dari USD3,2 miliar pada 2025 menjadi USD25 miliar pada 2035. Pada tahun 2025, pasar game Indonesia nilainya mencapai Rp33,6 triliun dengan 154 juta pemain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sehingga Indonesia menjadi pasar terbesar industri game di Asia Tenggara. Sedangkan di dunia, Indonesia menempati peringkat ke-15.
“Meski memiliki pangsa pasar besar, pengembang game lokal di pasar domestik masih minim. Selain itu, sebagai besar manfaat ekonominya masih mengalir ke luar negeri,” ujar Andri. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!