Petani Dharmasraya Dapat Bantuan Rp1,9 Miliar, 95 Ton Benih Padi dan Traktor Mulai Disalurkan
📅 Kamis, 25 Jun 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim PenulisDharmasraya - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) menyalurkan bantuan pertanian berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) dan sekitar 95 ton benih padi senilai Rp1,9 miliar kepada kelompok tani di daerah itu.
Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya Lasmiati di Pulau Punjung, Rabu (24/6), mengatakan bantuan pemerintah tersebut bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026.
"Penyaluran tahap satu secara simbolis sudah diserahkan Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani hari Senin (22/6) kemarin," ujarnya.
Ia mengatakan bantuan yang sudah diserahkan pada tahap pertama, di antaranya 10 traktor roda dua, empat traktor roda empat, dan benih padi tahap pertama 26.900 kilogram untuk areal tanam seluas 1.076 hektare
Total bantuan benih padi ini mencapai 95,9 ton, 26,9 ton tahap pertama dan 68,9 ton tahap kedua. Sasaran penerima sekitar 59 kelompok tani pada tahap pertama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan pada tahap kedua akan disalurkan 68.950 kilogram benih padi untuk lahan seluas 2.258 hektare. Penyaluran ditargetkan pada Agustus 2026.
Bantuan tersebut, ujarnya, bagian dari strategi pembangunan pertanian daerah untuk memperkuat kapasitas produksi sekaligus mempercepat modernisasi pertanian.
Ia berharap, penggunaan alsintan mempercepat proses pengolahan lahan dan waktu tanam, menekan biaya operasional, meningkatkan indeks pertanaman, dan mendorong produktivitas lahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bantuan benih padi diharapkan menghasilkan pertanaman yang lebih baik, pertumbuhan yang seragam, serta produktivitas yang lebih tinggi sehingga berdampak pada peningkatan hasil panen dan pendapatan petani, lanjut dia.
Ia mengingatkan bahwa bantuan pemerintah bukan sekadar penyaluran barang, melainkan modal pembangunan yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan.
"Karena itu, keberhasilan program tidak diukur dari jumlah bantuan yang diserahkan, melainkan dari manfaat yang dirasakan petani," katanya.
Ia mengharapkan bantuan dirawat dengan baik sebagai aset bersama serta menjadi pendorong lahirnya budaya pertanian yang maju dan profesional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!